Lost in Bali and Lombok for a week part 3
Dont forget to read the previous one : part 2
Hari kedua di Lombok, hari terakhir kami
berada di rumah sementara. Dari pagi, sudah packing dan dandan cantik. Tapi
entah kenapa si Lukman seperti enggan beraktivitas. Semenjak bangun tidur,
tidak banyak hal yang dilakukannya. Sumpah, baru kali ini liat cowok model
begini. Culture shock, people! Setelah didesak beberapa kali, baru deh dia
mandi. Kami sarapan untuk terakhir kalinya disini, sambil sedikit berbincang.
Tak lama, kami pun pamit untuk melanjutkan pengembaraan kami (ceileeeeh,
pengembaraan). Sebelumnya kami sudah melakukan internet searching dan menemukan
beberapa solusi penginapan murah.
Lalu kami memutuskan untuk menginap di
International Hotel yang beralamatkan di jalan Gelatik di daerah Cakranegara.
Kami menggunakan angkutan seperti kemarin waktu kami ke pantai Senggigi, namun
dengan arah yang sebaliknya. Ternyata penginapan ini letaknya tak terlalu jauh
dengan lokasi rumah sementara kami. Hanya sekitar 10 menit dan juga berjalan
sebentar, maka sampailah kami di Hotel Internasional. Saat melihat penampakan
bangunannya, aku kehilangan keyakinan. Iya, keyakinan. Ini sih tampak seperti
sebuah losmen lusuh yang tak pernah dirawat. Serius.
Tampak depan seperti rumah biasa
sebenarnya. Well if you really need the cheap one, then I’ll recommend this
one. It can be rented for a month or years, depends on your condition. Bangunan
lama yang tidak terawat. Untuk ruang tamu di fungsi kan sebagai living room
juga sebagai lobby. Diseberang pintu terdapat ruang yang difungsikan untuk tamu
check in – check out, disini juga menjual beberapa jenis minuman dan mie
instant. Kemudian terdapat sebuah lorong yang di kanan – kiri nya terdapat
kamar.
No.
|
Tipe Kamar
|
Fasilitas
|
Tarif per Malam
|
|
one person
|
two person
|
|||
1
|
Ekonomi Satu
|
1. Tempat tidur besar
|
Rp 50.000,-
|
Rp 60.000,-
|
2. Bantal + gulang (dua set)
|
||||
3. Kamar mandi dalam
|
||||
4. Kipas angin
|
||||
5. Meja rias
|
||||
6. Meja + kursi
|
||||
2
|
Ekonomi Dua
|
1. Tempat tidur kecil (2)
|
Rp 40.000,-
|
Rp 50.000,-
|
2. Bantal + guling
|
||||
3. Kamar mandi dalam
|
||||
4. Meja + kursi
|
||||
Nb: Harga diatas per 5 Desember 2013
My travelmate seems to get easily
disturbed. Lukman asked me to have different room. Weird. Seharusnya aku yang
minta ruangan terpisah. He’s killing me, really. Can’t believe it.
| Taman Budaya, Lokasi nya bersebrangan dengan penginapan sementara kami | . |
So, Lukman minta kamar tipe ekonomi dua,
sedangkan saya of course ambil yang pertama. Meskipun di Lombok sering hujan,
tapi kalau sedang cuaca cerah udaranya lumayan panas. Gerah. Jadi pilihan yang jadi prioritas
tentu room yang ada kipas anginnya.
Jujur, kami benar – benar bingung harus
kemana dan bagaimana. Jadi kami bertanya pada petugas reseptionis tentang
persewaan motor disini. Dan ternyata, disini juga menyediakan jasa untuk
menyewakan kendaraan roda dua. Terdapat dua jenis motor yang disewakan disini,
motor bebek dan motor matic. Lebih rincinya silahkan lihat di table bawah.
NO
|
TIPE MOTOR
|
HARGA SEWA/HARI
|
1
|
MOTOR MATIC
|
Rp 60.000,-
|
2
|
MOTOR BEBEK
|
Rp 50.000,-
|
Sebenarnya, motor jenis manapun tak jadi masalah buat kami. Karena aku bisa menangani keduanya. Namun sayang, motor matic sudah disewa terlebih dahulu oleh pasangan bule saat kami baru tiba disini. Yang tersisa adalah satu motor bebek. Dan sialnya, sedang dipakai oleh sang pemilik losmen. Jadi kalau kami masih ingin meminjamnya, kami harus menunggu sang pemilik losmen datang. Deal. Aku dan Lukman mencoba untuk bersantai. Btw, kami harus unpacking. Belum lama kami disini, tapi barang bawaanku sudah bertambah berat.
Kami berunding mengenai tempat wisata
dengan buku sebagai referensi dan bantuan internet di kamar Lukman. Iya dong,
ga mungkin di kamar ku, kan kamarnya anak gadis. :-P akakak. Akhirnya, kami
putuskan untuk pergi ke pantai Kuta Lombok. Well, destination is one thing. But
the way to get there is anoother thing. Iya, I’ll mention about it
once again, kami buta arah. Ini dalam artian yang sesungguhnya. No tepu – tepu
deh.
Comments
Post a Comment