tut - tut - tut- naik kereta api!!!
Beberapa minggu yang lalu, aku dan Laily sepakat untuk menghabiskan akhir pekan bersama. Kami berencana untuk melakukan one-day-trip dengan konsep wisata kuliner vs wisata sejarah. Konsep ini kami kembangkan menjadi sebuah tema : tapak tilas Bung Karno dan kuliner Blitar. Yup Blitar. Kami memang berkunjung ke kota yang masih terjaga keasriannya ini.
Untuk menuju ke Blitar, kami menggunakan moda transportasi umum loh. Why? Karena tante, iya mamanya Laily, ga ngebolehin Laily travelling pake motor. Bahaya katanya. Apalagi kalau perginya cuma berdua dengan aku. haha. Bisa di maklumi sih. Dengan pertimbangan yang matang, pilihan kami akhirnya jatuh pada kereta api, selain lebih nyaman juga lebih aman.
Kereta api sekarang sudah lebih nyaman loh. Kenapa? Karena sudah ga ada lagi yang namanya pedagang asongan wara – wiri menuhin lorong kereta, ga ada lagi pengamen yang berisik padahal kita lagi ngantuk pengen tidur. Ga ada. Kalau dulu naik kereta harus bawa tissue buat lap keringet atau kipas tangan supaya bisa nafas lega, sekarang enggak lagi deh.
Untuk menuju ke Blitar, kami menggunakan moda transportasi umum loh. Why? Karena tante, iya mamanya Laily, ga ngebolehin Laily travelling pake motor. Bahaya katanya. Apalagi kalau perginya cuma berdua dengan aku. haha. Bisa di maklumi sih. Dengan pertimbangan yang matang, pilihan kami akhirnya jatuh pada kereta api, selain lebih nyaman juga lebih aman.
Kereta api sekarang sudah lebih nyaman loh. Kenapa? Karena sudah ga ada lagi yang namanya pedagang asongan wara – wiri menuhin lorong kereta, ga ada lagi pengamen yang berisik padahal kita lagi ngantuk pengen tidur. Ga ada. Kalau dulu naik kereta harus bawa tissue buat lap keringet atau kipas tangan supaya bisa nafas lega, sekarang enggak lagi deh.
Why????? Karena sekarang kereta api ekonomi sudah dilengkapi dengan fasilitas Air Conditioner. Keren kan?! Nah, meskipun sudah di beri fasilitas yang mewah seperti itu, harga tiket kereta api ekonomi masih bersahabat kok. Memang beberapa waktu lalu PT KAI sempat menaikkan harga tiket kereta api dengan perbandingan yang cukup jauh. Namun kareta satu dan lain hal akhirnya pihak PT KAI dan pemerintah berunding untuk menetapkan harga tiket kereta api ini.
Pada akhirnya tiket kereta api tetap naik namun tidak sebanyak yang sebelumnya. Dan sebagian dari harga tiket di subsidi oleh pemerintah dengan pertimbangan bahwa kereta api adalah moda transportasi yang digunakan oleh kebanyakan rakyat dengan ekonomi menengah ke bawah.
Jadi, untuk kereta api dhoho-penataran yang kami naiki, kami membayar tiket seharga Rp 5.500,- per orang. Sangat murah dibandingkan dengan harga tiket bus yang memiliki fasilitas AC. Selain itu bus tidak bisa bebas dari pedagang asongan. Jadi bisa bayangkan kan kelebihan menggunakan kereta api sebagai sarana transportasi dibandingkan dengan bus.
Namuuuuuun,
hanya satu. Satu saja kekurangan dari kereta api ini. Bahwa kereta api memiliki
jadwal yang tetap dan tidak dapat berubah. Tidak flexible. Dan pengguna harus
menyesuaikan jadwalnya dengan jadwal kereta api. Sedangkan bus tersedia terus
dari dini hari sampai larut malam. Dengan kata lain, jam operasional bus lebih
panjang dan flexible dibandingkan dengan milik kereta api.
Perjalanan yang nyaman sekali menggunakan kereta api. Oh ya, satu lagi. Kereta api sekarang juga menyediakan colokan listrik untuk penumpang. Langkah ini disambut gembira oleh konsumen jasa PT KAI. Inovasi ini layak untuk dilakukan karena sangat membantu untuk memudahkan penumpang terutama yang menggunakan smartphone.
Disini, Laily tidak ketinggalan menggunakan fasilitas yang disadiakan. Her smartphone is not properly charged, so she put her phone on the charging mode.
Sedangkan kami berbincang dengan santai dan menikmati pemandangan dari jendela, penumpang turun di stasiun. Sehingga kursi di depan kami kosong, jadi kami bisa meluruskan kaki. Hoiii, enaknya. Enam jam terlewati begitu saja. We arrived at Blitar Kota rail station. yeaaaay..
Jadiii, ngapain bingung. Travelling juga bisa pake kereta api kok.
Comments
Post a Comment