Pernikahan Sepupuku, Zakiya

Hiruk Pikuk Pesta Pernikahan

(Minggu, 30 Juni 2013)

I hate being stuck in the middle of hustle. Yup, and I always got in that situation. Believe in me :)
Sekali lagi, Tuhan mungkin ingin menguji hamba-Nya ini. Acara nikahan sepupu ku ini, hanya selisih 28 hari saja dengan acara perhelatan pernihakan tante Lia. Entah ini disengaja atau tidak, tapi ini cukup membuat aku tertohok. hmm

Kali ini, acara nya diadakan di Surabaya (syukurlah). Karena aku sudah tidak dapat membayangkan lagi harus pulang - pergi Surabaya - Madura. Itu sungguh melelahkan, sangat - sangat melelahkan. 

Dari mulai hari jumat, tanggal 28 Juni 2013, kediaman budhe sudah rame banget. Bahkan Nenek dan Kakek sudah tiba di Surabaya sejak hari kamis, Tanggal 27 Juni 2013. Iya, karena hari Jumat, akad nikahnya. Jadilah aku supir pribadi ibu, buat nganter ibu yang mau bantu - bantu di acara nya budhe. Padahal pas itu, ibu lagi sakit. Kasian sih, sekaligus kagum dengan beliau yang seperti kebanyakan tenaga.


my beautiful cousin :)

Pernikahan itu bukan permasalahan yang simple ternyata. Ini yang aku benar - benar rasakan ketika berbincang dengan bride, semalam sebelum resepsi diselenggarakan.  Pernikahan itu tidak hanya cinta, tapi juga komitmen yang sangat berat konsekuensi nya. Kebanyakan dari pasangan yang sedang menuju dalam pernikahan, akan menghadapi cobaan dan hambatan yang cukup berat pula.

Untuk permasalahan yang dihadapi sepupu ku ini, cukup pelik. Dan aku turut menitikkan airmata demi mendengar kisahnya. Not just like a romance in drama movie. Menyedihkan. And I feeling so sad for her.

Di mulai dari ketika sepupu ku ini putus dengan pacar nya yang terdahulu. Ada seorang pemuda yang tidak bisa dibilang ganteng, namun juga tidak jelek, mencoba mendekatinya. Tipe seorang pria yang rela melakukan apapun demi wanitanya. Namun sayang, memang perasaan itu tidak dapat di tebak, tidak dapat pula diundang, sepupuku bergeming. Tak ada rasa cinta yang tumbuh untuk pria tersebut.

Entah apa yang dipikirkan oleh pria tersebut, ia tak jua mengendurkan usahanya. Justru semakin giat lah pria tersebut mendekati. Its wasn't that bad. Kemudian, akhirnya sepupu ku luluh juga. Bukan jatuh cinta, tapi sepupu ku hanya ingin memberi kesempatan pada si pria. Yah, the only one chance lah.

Sayangnya, hal ini diartikan lebih oleh budhe. Yup, pertunangan akhirnya terjadi. FYI nih, buat suku Madura, kalau pasangan sudah sampai pada tahap pertunangan, ini artinya pasangan tersebut telah siap untuk mengambil langkah ke jenjang pernikahan. Iya, ini sudah tahap serius bagi mereka. Rasanya pantang sekali untuk membatalkan sebuah ikatan pertunangan (suku madura menjunjung tinggi harga diri baik secara individu maupun keluarga). Kalaupun ada pembatalan ikatan pertunangan, maka akan sangat menjadi aib bagi keluarga. Dan hal ini sepertinya kurang disadari oleh saudara sepupu ku. Tapi bukan salahnya juga sih.

Sekitar 5 bulan bertunangan, sepupu ku bertemu dengan pria yang bisa menggetarkan batinnya. Pria dengan karakter tenang yang selalu diimpikannya. Pria yang mampu menumbuhkan perasaan sayang meski tanpa ada pendekatan. Singkat cerita, kedua nya menjalin hubungan backstreet. Maka sebaik - baiknya kita menyimpan bangkai, pasti bau nya akan tercium jua. Dan itulah yang terjadi. Merasa di khianati, pria tunangan mendatangi the new guy. Yes, bayangkan saja yang terjadi. Dan aku turut sedih :(
 



Kalau saja bisa berontak, mungkin hal tersebut sudah dilakukan oleh sepupu ku. Namun, hal tersebut ga dilakukan, karena yang bersangkutan masih memikirkan akibat yang akan di tanggung, tidak hanya oleh keluarganya, namun juga semua pihak yang terlibat. Lihat lah, betapa keadaan sudah sangat mendewasakannya. Padahal usia nya masih lebih muda dibandingkan dengan usia ku.
 
Aku masih ingat, ekspresi tertekan dan kesedihan yang tercermin diwajahnya ketika mencurahkan isi hati nya. Dan aku kagum, dia bisa setegar itu. Sedangkan aku belum tentu bisa tegar dan bertahan dalam kegetiran keadaan dan kondisi yang ada dihadapan.
 
Pernikahannya dihelat dengan meriah. Seperti semuanya tercurah untuk menyempurnakan acara resepsi ini. Mungkin karena sepupu ku ini anak perempuan sulung, sehingga budhe merasa perlu ada nya pesta meriah dengan hiburan tari ular dan orkes dangdut (dan sayangnya aku terlalu terperangah untuk mengambil gambar dari atraksi tari ularnya -_-).
 
Hebatnya, sepupu ku tidak meneteskan airmata setitikpun di acara resepsinya. *prokprok
 
However, itu adalah hari yang melelahkan. Karena selain nenek dari Ayah sedang berada di rumah sakit, aku juga kena semprot mama, dan budhe ku yang lain. what a sh*t! -_-
 
Pernikahan adalah sebuah hal yang serius, Komitmen untuk hidup bersama, berbagi kewajiban dan segalanya. Oke, aku jadi takut buat nikah. damn!
 
 

Comments

Popular Posts