Halo Matahari, Ramadhan dan Dompet, Apa Kabar?
Saat ini benar - benar luar biasa. Sinar matahari memancar dengan riangnya. Namun tak seriang hari ku (*ceilah).
Memang benar sekali kok. Sebenarnya ingin sekali menulis tentan ODT yang kemarin sudah saya janjikan. Tapi sayangnya lagi ndak mood banget loh. hiks.
Jadilah saya teronggok di lantai kamar dengan laptop menemani. Iya, lagi nulis postingan ini. Ditengah acara browsing, tiba - tiba perut jadi bunyi. Ya Tuhan, sudah mulai bereaksi ternyata. FYI, sekarang lagi bulan puasa. Sedang pada delapan hari awal saya tidak dapat berpuasa karena berhalangan. Dan ini adalah hari ke sebelas, masih tiga hari berpuasa. Sepertinya perut ini belum beradaptasi benar dengan pola makan yang baru ini. Jadilah sering merasa lebih cepat lapar :p
Dan jujur saja, mungkin karena masih baru. Seringkali lupa bahwa sedang menjalankan ibadah puasa. Seperti ketika tengah menonton televisi, kemudian merasa haus. Otak mengintruksikan badan untuk berjalan kearah dapur. Iya, sering sekali seperti itu. Namun untungnya ga pernah sampai kebablasan gitu.
Meski begitu, rasanya menyenangkan sekali bisa berjumpa dengan bulan penuh berkah dan rahmat bagi umat muslim di seluruh dunia ini. Dan memang pada tahun ini, terasa ada yang berbeda dengan suasana ramadhan kali ini. Absen nya kehadiran adik laki - laki ku. Yup, sudah lebih dari sebulan dia meninggalkan rumah, merantau ke jawa barat karena di terima disalah satu perusahaan semen di Indonesia. Rumah jadi semakin sepi saja. hmm
Anyway, jadwal buka bersama mulai berdatangan. Dompet ku mulai berteriak meminta pertolongan. Duh.
Memang benar sekali kok. Sebenarnya ingin sekali menulis tentan ODT yang kemarin sudah saya janjikan. Tapi sayangnya lagi ndak mood banget loh. hiks.
Jadilah saya teronggok di lantai kamar dengan laptop menemani. Iya, lagi nulis postingan ini. Ditengah acara browsing, tiba - tiba perut jadi bunyi. Ya Tuhan, sudah mulai bereaksi ternyata. FYI, sekarang lagi bulan puasa. Sedang pada delapan hari awal saya tidak dapat berpuasa karena berhalangan. Dan ini adalah hari ke sebelas, masih tiga hari berpuasa. Sepertinya perut ini belum beradaptasi benar dengan pola makan yang baru ini. Jadilah sering merasa lebih cepat lapar :p
Dan jujur saja, mungkin karena masih baru. Seringkali lupa bahwa sedang menjalankan ibadah puasa. Seperti ketika tengah menonton televisi, kemudian merasa haus. Otak mengintruksikan badan untuk berjalan kearah dapur. Iya, sering sekali seperti itu. Namun untungnya ga pernah sampai kebablasan gitu.
Meski begitu, rasanya menyenangkan sekali bisa berjumpa dengan bulan penuh berkah dan rahmat bagi umat muslim di seluruh dunia ini. Dan memang pada tahun ini, terasa ada yang berbeda dengan suasana ramadhan kali ini. Absen nya kehadiran adik laki - laki ku. Yup, sudah lebih dari sebulan dia meninggalkan rumah, merantau ke jawa barat karena di terima disalah satu perusahaan semen di Indonesia. Rumah jadi semakin sepi saja. hmm
Anyway, jadwal buka bersama mulai berdatangan. Dompet ku mulai berteriak meminta pertolongan. Duh.
Comments
Post a Comment