ODT with ...
ESCAPE TO KEBON TEH
(Kamis, 17 Januari 2013)
Ini adalah kisah yang terjadi hampir enam bulan yang lalu. Liburan semester ganjil akan segera berakhir, dan aku sedang desperado di rumah karena selama liburan ga bisa mbolang. Bukannya ga niat atau ga mau, tapi lagi kanker akut (kantong kering akut). Jadilah aku ngendon di rumah bak putri pingitan yang kerjaannya udah kayak emak - emak. haha
Entah apa yang sedang aku pikirkan, ketika membuka fecebook dan membaca status seorang teman yang berencana untuk ke Malang. Dengan spontan aku mengirim pesan singkat yang berisi bahwa aku ingin gabung. Jadilah teman ku ini memesan tiket kereta api penataran pagi pukul tujuh, tiga lembar. Masalah tempat tujuan, itu sungguh tak jadi masalah. Yang penting kebutuhan untuk mbolang terpenuhi, begitu kurang lebih yang ada pikiran. hmmm
Bangun tidur agak kesiangan atau karena aku yang kurang cekatan? -_- Pagi yang berantakan. Dengan terburu - buru aku mengantarkan adik ku sekolah dan segera menuju Stasiun Gubeng. Dengan keadaan yang terburu - buru dan waktu yang sudah sangat mepet dengan jadwal keberangkatan kereta api, jangan bayangkan aku menyetir dengan santai. Jangan! Dengan kecepatan tinggi dan bermanuver-ria di tengah padatnya lalu lintas kota Surabaya, dan saya berjanji untuk tidak seperti itu lagi serta mohon ampun dan diberi keselamatan (amin).
Sampai di parkiran, langsung lari menuju pintu masuk. Beh, baru sadar deh, di kepala masih nongkrong dengan manis nya si helm hitam. Cerobohnya. Terpaksa balik lagi ke arah parkiran dan menitipkan helm, namun belum bayar langsung lari masuk ke stasiun. Tapi jangan dibayangkan aku lari seperti orang pada umumnya. Entah karena gugup atau karena memang sudah tak kuat lagi, dengkul rasane arep cuklek, jadinya malah jalan cepat. Sedang dari jendela, kedua teman berteriak - teriak agar aku lari. Yup, entah apa yang mereka pikirkan, di tengah padatnya stasiun di jam kantor. haha
Perjalanan trip yang diawali dengan huru - hara bak adegan drama di sebuah film. Tak terbayangkan. Dengan nafas seperti dikejar anjing, kami masuk ke dalam kereta dan mencari kursi kami. Didalam kereta, kami membicarakan destinasi trip. Akhirnya diputuskan bahwa kami akan mengunjungi kebun teh.
Kami turun di stasiun Lawang dan segera menuju loket untuk memesan tiket kereta api pulang menuju Surabaya pukul 16.00 WIB. Di Stasiun, kami bertanya pada seorang pemilik warung, bagaimana cara kami untuk menuju kebun teh. Dengan ramah, bapak tersebut memberi kami petunjuk untuk naik angkot berwarna biru yang menuju ke arah Wonosari.
Kami menunggu agak lama, sampai akhirnya angkot yang dimaksud muncul. Kami langsung naik, dan perjalanan dengan angkot ini terbilang menyenangkan. Karena penumpangnya cenderung sedikit, dan angin yang berembus melalui jendela mengusir kelelahan kami. Segar. Masuk ke dalam kawasan kebun teh wonosari, ternyata tidak di pungut biaya.
Menurut bapak sopir angkot, karena di dalam kawasan kebun teh terdapat rumah warga dan kebanyakan pekerja di kebun teh menggunakan angkot untuk masuk ke dalam kawasan ini, maka untuk individu yang masuk dengan menggunakan angkot tidak ditarik tarif retribusi. Sedangkan bagi rombongan yang menggunakan kendaraan pribadi dan lebih dari empat orang, akan dikenakan biaya masuk tersebut.
Sampai disana, kedua teman ku ini bergegas mencari toilet. Dasar beser. haha. Kami berkeliling area kebun teh dan menikamti udara sejuk diudara. Wah, betah banget deh. Kami juga mencoba untuk berinteraksi dengan buruh pemetik teh, dan juga membantu mereka sedikit. Tentu tak lupa untuk sedikit narsis :P
Kami mengaso sebentar di sebuah taman, dan makan sedikit snack yang kami bawa. Kemudian kami menuju koperasi dan membeli beberapa oleh - oleh berupa teh, kopi, keripik dan gantungan kunci lucu. Siang sudah lewat, maka kami segera mencari masjid untuk melaksanakan kewajiban kami sebagai seorang muslimah.
Naik angkot lagi menuju stasiun Lawang, dan kebetulan sekali bapak sopir nya adalah yang tadi. Kami turun dari angkot dan berjalan. Kemudian kami berhenti disebuah warung untuk makan, dan ini free dibayarin annisa haha. Selesai makan, kami menuju stasiun. Sholat Ashar, dan kembali narsis di stasiun :P
Kereta api datang agak terlambat, yakni pukul 16.30 WIB. Jadi sampai dirumah pukul 19.40 WIB.
Ini adalah pengalaman pertama berkunjung ke kebun teh. Dan sangat menyenangkan. Saya suka udaranya! Segar.
Bangun tidur agak kesiangan atau karena aku yang kurang cekatan? -_- Pagi yang berantakan. Dengan terburu - buru aku mengantarkan adik ku sekolah dan segera menuju Stasiun Gubeng. Dengan keadaan yang terburu - buru dan waktu yang sudah sangat mepet dengan jadwal keberangkatan kereta api, jangan bayangkan aku menyetir dengan santai. Jangan! Dengan kecepatan tinggi dan bermanuver-ria di tengah padatnya lalu lintas kota Surabaya, dan saya berjanji untuk tidak seperti itu lagi serta mohon ampun dan diberi keselamatan (amin).
Sampai di parkiran, langsung lari menuju pintu masuk. Beh, baru sadar deh, di kepala masih nongkrong dengan manis nya si helm hitam. Cerobohnya. Terpaksa balik lagi ke arah parkiran dan menitipkan helm, namun belum bayar langsung lari masuk ke stasiun. Tapi jangan dibayangkan aku lari seperti orang pada umumnya. Entah karena gugup atau karena memang sudah tak kuat lagi, dengkul rasane arep cuklek, jadinya malah jalan cepat. Sedang dari jendela, kedua teman berteriak - teriak agar aku lari. Yup, entah apa yang mereka pikirkan, di tengah padatnya stasiun di jam kantor. haha
Perjalanan trip yang diawali dengan huru - hara bak adegan drama di sebuah film. Tak terbayangkan. Dengan nafas seperti dikejar anjing, kami masuk ke dalam kereta dan mencari kursi kami. Didalam kereta, kami membicarakan destinasi trip. Akhirnya diputuskan bahwa kami akan mengunjungi kebun teh.
Kami turun di stasiun Lawang dan segera menuju loket untuk memesan tiket kereta api pulang menuju Surabaya pukul 16.00 WIB. Di Stasiun, kami bertanya pada seorang pemilik warung, bagaimana cara kami untuk menuju kebun teh. Dengan ramah, bapak tersebut memberi kami petunjuk untuk naik angkot berwarna biru yang menuju ke arah Wonosari.
Kami menunggu agak lama, sampai akhirnya angkot yang dimaksud muncul. Kami langsung naik, dan perjalanan dengan angkot ini terbilang menyenangkan. Karena penumpangnya cenderung sedikit, dan angin yang berembus melalui jendela mengusir kelelahan kami. Segar. Masuk ke dalam kawasan kebun teh wonosari, ternyata tidak di pungut biaya.
Menurut bapak sopir angkot, karena di dalam kawasan kebun teh terdapat rumah warga dan kebanyakan pekerja di kebun teh menggunakan angkot untuk masuk ke dalam kawasan ini, maka untuk individu yang masuk dengan menggunakan angkot tidak ditarik tarif retribusi. Sedangkan bagi rombongan yang menggunakan kendaraan pribadi dan lebih dari empat orang, akan dikenakan biaya masuk tersebut.
Sampai disana, kedua teman ku ini bergegas mencari toilet. Dasar beser. haha. Kami berkeliling area kebun teh dan menikamti udara sejuk diudara. Wah, betah banget deh. Kami juga mencoba untuk berinteraksi dengan buruh pemetik teh, dan juga membantu mereka sedikit. Tentu tak lupa untuk sedikit narsis :P
| berfoto dengan latar kebun teh dan pekerja nya |
Kami mengaso sebentar di sebuah taman, dan makan sedikit snack yang kami bawa. Kemudian kami menuju koperasi dan membeli beberapa oleh - oleh berupa teh, kopi, keripik dan gantungan kunci lucu. Siang sudah lewat, maka kami segera mencari masjid untuk melaksanakan kewajiban kami sebagai seorang muslimah.
Naik angkot lagi menuju stasiun Lawang, dan kebetulan sekali bapak sopir nya adalah yang tadi. Kami turun dari angkot dan berjalan. Kemudian kami berhenti disebuah warung untuk makan, dan ini free dibayarin annisa haha. Selesai makan, kami menuju stasiun. Sholat Ashar, dan kembali narsis di stasiun :P
Kereta api datang agak terlambat, yakni pukul 16.30 WIB. Jadi sampai dirumah pukul 19.40 WIB.
Ini adalah pengalaman pertama berkunjung ke kebun teh. Dan sangat menyenangkan. Saya suka udaranya! Segar.
| Pengeluaran selama trip Kebun Teh Wonosari | ||||||
| tiket kereta api surabaya - mlg | PP | 4000 | @2 | 8000 | ||
| angkot stasiun - wonosari | PP | 4000 | 2 | 8000 | ||
| Oleh - oleh | 45300 | |||||
| Jajan di Kereta | 5000 | |||||
| bekal roti dan permen | 13000 | |||||
| Total pengeluaran | 79300 | |||||

Comments
Post a Comment