Rintangan Skripsi
Skripsi.
The fright that gets me when hearing
that word, not even a joke. Yup, ini gejala wajar yang dialami oleh hampir
semua mahasiswa tingkat akhir. Hanya Tuhan dan sesama mahasiswa tingkat akhir
yang dapat memahami perasaan yang kami rasakan terhadap skripsi. Permasalahan
yang di hadapi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir yang satu ini, lumayan
banyak dan beragam.
Let’s see, what kind of problem:
1. Dosen pembimbing
Penghalang paling dahsyat yang di
hadapi mahasiswa. Dosen pembimbing skripsi ku adalah seorang professor yang
terkenal anti-mainstream. Kebanyakan
mahasiswa bimbingan beliau tersendat dari mulai awal pemilihan tema. Karena
beliau sangat sulit mengatakan “yes” pada tema yang mahasiswanya ajukan. Dan, sudah di sebutkan diawal bahwa
dosen pembimbing ini adalah seorang akademian sejati yang sangat sibuk. Janjian
ketemu sama beliau ini hampir sama sulit nya dengan membuat janji temu dengan
artis ngetop. Jadwal nya yang padat membuat mahasiswa nya kesulitan mencari
celah.
Itu satu, belum lagi kalau lagi apes
dapet dosen yang super perfeksionis. Bisa mati berdiri gara – gara revisi mulu.
Ada juga seorang teman yang mendapatkan dosen pembimbing sangar, bahkan ranking
satu dosen killer.
2. Bahasa barrier (or English Barrier)
Kebanyakan jurnal ilmiah bahasa
pengantar yang di gunakan adalah bahasa inggris. English. Sedangkan kemampuan
bahasa inggris ku hanya sebatas anak SMP. Setiap kali berhadapan dengan jurnal
bahasa inggris, cukup dengan dua baris kalimat sudah cukup untuk membuat ku
mabuk. Ngantuk. Lupakan acara belajar, yang ada aku langsung menghambur keluar
kamar untuk mencari hiburan. Me vs English.
3. Determination
Iya, tabah jadi salah satu point
penting yang harus dimiliki mahasiswa. Masalah tugas akhir memang bukan perkara
kecil. Harus ada mental tabah dalam proses pengerjaannya. Karena dosen lebih
banyak yang mempersulit mahasiswa bimbingannya. Pada proses awal kita harus
tabah menerima penolakan – penolakan dosen pembimbing terhadap judul dan tema
yang mahasiswa ajukan. Saat judul sudah disetuju, maka berganti dengan koreksi
– koreksi tiada ampun. Mahasiswa yang tidak memiliki determination dengan mudah
akan menyerah dengan ketidakpuasan yang tinjukkan oleh dosen pembimbing. Jadi,
hal ini akan jadi salah satu penghalang yang dihadapi mahasiswa tingkat akhir
dalam mengerjakan skripsi.
4. Motivation
Mahasiswa yang lack motivation will
just stay at the same point. Dengan kata lain sekali dosen pembimbing
mengatakan tidak pada judul skripsi yang diajukan, maka yang bersangkutan akan
merasa segala usaha nya sia – sia dan berhenti melakukan progress pada tugas
akhirnya. Pada akhirnya pengerajan skripsi akan benar – benar berhenti dan
terhambat.
This is what I’ve found while I’m at
it. Jadi sebagian besar adalah pengalaman pribadi. Jangan kuatir, 100% asli.
Masih segar di ingatan bagaimana nervous nya menunggu pengumuman pembagian
dosen pembimbing skripsi. Masih kebayang gimana shock nya pas tahu dosen
pembimbing ku seperti apa. Masih kebayang gimana perut ku sakit pada saat
pertama kali bertemu dengan beliau. Now that see into it again, there’s nothing
great about skripsi.
It’s the moment when your stress is
start to pilling up. Berjibaku dengan jurnal, English jurnal. Kurang tidur,
tidak tenang dan selalu merasa di hantuo dengan revisi. Duh, skripsiku. Manggil
– manggil minta di sentuh.
Menurut kalian, masih ada lagikah
faktor yang menghambat mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesai kan
skripsinya?? Kalau ada, jangan ragu untuk meninggalkan komentar kalian!
Thanks!!!



Comments
Post a Comment