Mendadak Exploring Banyuwangi

Part 1

Suddenly its came me, tawaran untuk masuk ke dalam sebuah open trip. Mungkin lebih tepat disebut trip yang berkonsep shared cost, karena biaya pribadi dan beberapa hal tidak termasuk dalam biaya yang harus dibayarkan.

H-4, ada seorang teman yang memposting tentang rencana liburannya dalam waktu dekat dan mencari rekan untuk shared cost. Beliau menyebutkan bahwa destinasi yang ingin dituju adalah sebagai berikut:
  • Baluran National Park
  • Merubetiri National Park : green bay, 
  • Alas Purwo National Park : G-land
  • Ijen Crater
Karena tertarik dengan beberapa destinasi, terutama Baluran National Park, maka timbul inisiatif untuk menghubungi teman tersebut. Setelah bertanya mengenai beberapa pertanyaan crucial dalam trip tersebut, saya menyatakan kesediaan untuk ikut bergabung dalam trip shared cost yang diadakan. Dan beliau juga meminta saya untuk mengajak beberapa peserta untuk memenuhi kuota yang ada. Hal tersebut, agar biaya yang dikeluarkan dapat maksimal dan tidak melebihi dari budget yang telah ditentukan. And I take that deal.

Jadi saya berusaha menghubungi beberapa teman yang memang tertarik untuk traveling, terutama yang memiliki passion pada wisata alam dan pantai. Setelah menghubungi sekian banyak teman, ada dua teman kuliah yang bersedia untuk ikut serta, dan seorang lagi juga tertarik. Jadi, kita berempat, saya, Nella, Iput, dan Caca (teman kos Nella)
 
Rencana awal dari teman, berangkat tanggal 4 September 2013. Namun karena Iput berhalangan, ada janji pada hari tersebut, maka tanggal keberangkatan diundur sehari, tanggal 5 September 2013. Kesepakatan awal, balik ke Surabaya hari Sabtu, tanggal 7 September 2013. Dan mengenai tempat bermalam, teman saya meyakinkan untuk tinggal di rumah seorang sanak saudaranya yang memiliki tempat tinggal di kabupaten Banyuwangi.

Jadi dengan dua hari tersisa, kita mulai mengumpulkan logistic dan packing tas. Senjata utama yang harus disiapkan untuk liburan kali ini, obviously sunblock! Karena destinasi liburan ini hampir seluruhnya adalah pantai. Agak kelimpungan sebenarnya, karena ini rencana dadakan. Tapi sungguh, there’s no regret, karena yang terjadi adalah rasa exciting memenuhi kepala saya.

Sebenarnya trip kali ini jauh dari bayangan saya. Kenapa? Karena saya tidak pernah membayangkan untuk trip ke banyuwangi. Karena saya tidak pernah membayangkan akan merasakan trip yang hanya dipersiapkan hanya dalam tiga hari dan kota tujuan cukup jauh dari rumah. Karena saya belum pernah membayangkan trip tiga hari bersama teman – teman dan numpang menginap di rumah orang lain. It just was so out of my routine. Karena ini pertama kali nya pula saya mengikuti trip shared cost seperti ini.

Sempat merasa ragu. Tapi kemudian dengan berbagai pertimbangan, saya tetap pada keputusan awal. Karena sudah mulai mendekati hari – H, teman saya membeli tiket kereta api Sri Tanjung, berangkat pukul 1 siang. Setelah mengurus segala hal yang akan saya tinggalkan selama beberapa hari, saya berangkat diantarkan ke Stasiun Gubeng oleh Ayah.

Menurut teman saya, beliau mengajak serta dua orang temannya. Jadi jumlah peserta nya adalah tujuh orang
  1. Candra (coordinator trip)
  2. Tifa (teman Candra)
  3. (teman Candra)
  4. Saya
  5. Iput
  6. Nella
  7. Chaca (teman kos Nella)
Padahal kita semua sudah sepakat untuk berkumpul di Stasiun Gubeng pukul 13.00 WIB. Karena kereta api berangkat pada jam 14.00 WIB. Namun ketika saya tiba, belum ada seorangpun yang datang. Damn, kebiasaaan buruk nih, jangan ditiru yah teman – teman. Bahkan coordinator trip pun belum tiba. Setelah menunggu sekitar 15 menit dengan tidak sabar, saya mencoba menghubungi teman – teman dan coordinator. Teman – temanku sudah dalam perjalanan, sedangkan pak ketua belum merespon baik sms maupun telpon.

Saat itu, ada seorang gadis berdiri dengan resah seperti sedang menunggu seseorang. Entah bagaimana, saya hanya merasa yakin bahwa dia adalah salah satu peserta dalam trip dan merupakan teman dari Candra. Namun saya tidak ingin terlalu gegabah dengan menyapa lebih dahulu. Tak lama kemudian ketiga teman saya datang dengan taksi, woaaah, they looks so cool. Dan saya kembali menunggu, namun tidak sendiri lagi. Pukul 14.00 sudah, namun pak ketua belum memperlihatkan batang hidungnya.

Kami mulai resah. Teman – teman saya bertanya beberapa kali. Akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya pada gadis yang berdiri di depan pintu masuk, yang pada waktu berikutnya memperkenalkan diri sebagai tifa. Dan memang benar, bahwa dia adalah teman dari coordinator trip, dan bahwa tiket kereta telah ada ditangannya.

Comments

Popular Posts