Mendadak Banyuwangi

Part 2

Waktu yang tersisa kian menipis. Entah apa yang saya pikirkan, saya dengan spontan meminta tiket kereta api milik ku dan ketiga orang temanku. Saya berniat untuk naik ke atas kereta terlebih dahulu, sepertinya ide  untuk menunggu diatas kereta merupakan ide yang cukup baik bagi saya. Namun di kemudian hari, ketika saya memiliki banyak waktu untuk termenung, seperti nya tindakan saya tersebut dapat diartikan sebagai sebuah bentuk dari sifat egois.

Heyho!
Anggap saja sebagai sifat alami seorang manusia. Wajar. moving then.

Well, aku dan ketiga orang teman ku sudah duduk manis dan membuka bungkus cemilan kami, ketika teman2 yg lainnya naik ke kereta.

Singkat kata singkat cerita, kami mulai kebosanan karena perjalanan yang memakan waktu lama. Mulai dari muka segar sampek kucel jelek kagak karuan. Miris memang. 
Sampai distasiun tujuan, jam sudah menunjuk angka 8 malam. Dari stasiun, kami naik bus kota disana. Bus ini penuh, dan kondisinya juga bobrok banget. Menderita sekali.

Kemudian kami turun di sebuah persimpangan jalan, tempat dimana Candra dan Om nya akan bertemu. Dan karena kelaparan, beberapa diantara kami jajan di warung bakso sebelah. Tidak lama, kirakira setengah jam kemudian, si Om yang dimaksud datang naik motor dengan anak laki-laki. Haha, konyol. Karena tidak mungkin boncengan motor dengan 10 orang, jadi si Om nyewa mobil buat ngangkutin Kita ke rumahnya. Baik banget si Om, mau aja direpotin sama orang asing seperti kita.

Sampai di rumah Om, kami disambut juga sama tante. Dan kami di suruh makan.

Comments

Popular Posts