Kegilaan Kami di Bromo

when nothing to be worry
then the craziest thing comes by

Hari Minggu, tgl 05 Oktober 2013
Kira - kira pukul delapan malam, temanku, Laily mengirim pesan melalui WA, katanya dia hari jumat mau ke Madakaripura Waterfall dan Teletubbies Hill. Tentu saja saya tertarik, alasan utma adalah karena Madakaripura adalah tujuan trip saya selanjutnya. Jadi saya mengambil keputusan seketika itu juga untuk bergabung dengan rombongan Laily yang berasal dari ITS.

Setelah membicarakannya panjang lebar, Laily menyakinkan saya untuk mengajak teman pria. Karena menurutnya sangat tidak dimungkinkan apabila seorang perempuan mengendarai motor sendirian dari Surabaya menuju Probolinggo. Besar kemungkinan bagi saya untuk ketinggalan dari rombongan. Maka saya mulai berpikir keras menyeleksi teman pria yang bisa untuk diajak. Dan hasil akhirnya, berujung pada mengajak Om, yah secara adik laki - laki sedang berada jauh dari rumah dan tidak mungkin untuk diajak. hah.

Hari Selasa, saya muai menghubungi Om yang sedang kursus bahasa Inggris di Kediri, menanyakan tanggal kepulangan dan kesediaannya untuk ikut ke dalam trip ini. Beliau mengatakan bahwa akan pulang pada tanggal 11 Oktober. woaaakk! Mengkhawatirkan sekali, jadi saya mulai merayu Om untuk puang pada hari Jumat, tanggal 10 Oktober. Dan akhirnya Om setuju dengan keinginan saya.

Hari Jumat, tgl 10 Oktober 2013
Siang hari Om menghubungi saya untuk menyampaikan bahwa beliau sudah berada di Surabaya, dan saya juga menginformasikan jam keberangkatannya.

Setelah Isya, saya berangkat menuju rumah Laily dan sampai di ITS sekitar pukul sembilan malam. Cuma kami bertiga yang sudah sampai di titik kumpul sedangkan yang lainnya belum tiba.

Mount Batok with the Segoro Wedi

far far away :)

Setelah semua tiba, kami segera berangkat menuju Bromo Tengger Semeru National Park melalui jalur kabupaten Lawang. Jalanan yang panjang dan menanjak kami lalui dengan mata takjub. Semakin tinggi kami berada, bintang - bintang akan semakin tampak jelas dan banyak. Dan semakin banyak pula jalan yang rusak, pantat rasanya goyang - goyang sendiri haha :P

















Destinasi awal yang kami tuju adalah mount Penanjakan untuk melihat sunset. Penanjakan ini sudah sangat tersohor sebagai view point yang spektakuler untuk menyaksikan sunrise. Bahkan tidak sedikit wisatawan asing yang berkunjung kemari. Dari Penanjakan, anda dapat melihat kawah gunung bromo yang masih mengepulkan asapnya, gunung batok yang gagah, dan gunung tertinggi di pulau jawa, gunung Semeru di kejauhan, serta hamparan wilayah berpasir yang amat sangat luas.

Setelah beristirahat sejenak, kami melanjutkan perlajanan dengan turun ke lautan pasir dan menuju ke bukit teletubbies. Dan ternyata sungguh tidak mudah melewati hamparan pasir ini dengan mengendarai sepeda motor hampir semua anggota rombongan jatuh terguling di lautan pasir ini. Bahkan saya dan om, sudah dua kali terjatuh dan memang masih terasa sakit meskipun tidak parah karena kami terjatuh diatas pasir.


Setelah berjalan sejauh setengah perjalanan, kami kembali berdiskusi. Well, tentu saja karena medan yang berat, perjalanan yang masih jauh, kami kehabisan bensin dan tentu saja persediaan air kian menipis. Kami jadi mudah dehidrasi karena panas dan kelelahan luar biasa.

Akhirnya kami memutuskan untuk tidak menuju ke bukit teletubbies, kembali dan langsung menuju ke airterjun Madakaripura. Jadi kami tetap harus menyebrangi lautan pasir ini dan segera kembali ke jalan utama. Dijalan utama ini kami berhenti sejenak untuk sekedar makan snack yang kami bawa.

Dengan kelelahan yang luar biasa, karena tidak tidur semalaman, kami menuju Madakaripura. Namun di tengah perjalanan kami mengalami musibah, salah seorang anggota kami mengalami tabrakan dengan pengendara motor yang merupakan penduduk setempat. Dan mereka berdua terluka. Beruntunglah, kami ditolong oleh warga yang tinggal di tempat kejadian. Kami memutuskan untuk tidur barang 2 sampai 3 jam.

Setelah berberes kami memutuskan untuk langsung pulang ke Surabaya, karena kondisi kami sudah tidak memungkinkan untuk berkunjung ke Madakaripura Waterfall. Perjalanan pulang sungguh sangat melelahkan karena terdapat beberapa titik kemacetan dan yang paling parah terjadi di depan pintu keluar terminal Bungurasih atau Purabaya.

Karena kami pulang dengan berpencar, saya dan om memutuskan untuk beristirahat sejenak di minimarket karena lapar. Kami sampai dirumah sekitar pukul delapan malam. Dan hal pertama yang sangat ingin saya lakukan, adalah mandiiiiii !

Usai mandi, saya minum obat dan langsung merebahkan punggung di permadani dan terlelap tidur. Segala macam kelelahan yang saya coba lebur. Hoamm..

Mengingat bagaimana medan dan cuaca disana, saya sarankan agar anda benar - benar sudah mempersiapkan segala nya. see you


Comments

Popular Posts