MENGEMUDI SAMBIL MEROKOK, AMANKAH?
Kemarin
setelah lama tidak berkunjung ke kampus, aku putuskan untuk kembali
menjadi mahasiswa rajin. Rajin ke kampus meskipun cuma setor tampang
dan belum selesai ngerjain skripsweet. Rajin meskipun hanya rajin
datang ke kampus. Btw, becanda! Ini juga lagi dalam proses
mengerjakan tugas akhir.
Sebagai
mahasiswa yang tidak suka pamer kekayaan atau membuat lalu lintas
semakin padat, aku putuskan untuk menuju kampus menggunakan motor
(lah emang cuma punya motor). Terjun ke jalan dengan motor
kesayangan, aku memacu kendaraan dengan sellow dan santai.
Tepat
di depanku, ada seorang bapak yang juga memacu motornya. Namun bukan
sekedar mengendarai motor seperti biasa, bapak ini mengendarai motor
dengan merokok. Awalnya hal tersebut tidak terlalu menjadi
perhatianku. Dan memang selama ini aku tidak ada masalah dengan
pengendara baik motor maupun mobil yang memacu kendaraannya sembari
merokok. Nah, aku ga peduli.
Tapi
kali ini, sungguh mengganggu. Si bapak dengan tangan kiri sibuk
dengan rokoknya, dan tangan kanan memegang kendali motor berusaha
berpindah jalur tanpa member tanda lampu sein dan dengan slow-motion
pula. Aku yang di belakangnya kaget, karena bapak tersebut berada
tepat di depan ku dan jarak kami mungkin hanya sekitar satu meter
atau malah kurang.
Aku
cukup sigap untuk menghindari gesekan motor. Belum sempat bibir
terbuka untuk memaki, kesabaranku kembali di uji ketika abu rokok
dari rokok di tangan bapak tersebut terkena angin dan mengenai tubuh
dan kulitku. Beberapa titik dari abu itu masih meninggalkan rasa
panas di kulit. Aku segera mengibas abu rokok tadi.
Aku
biarkan hal ini, karena aku tidak punya waktu untuk berdebat dengan
orang yang lebih tua di tengah jalan. Lagi pula, kampus masih
menungguku dengan sabar.
Rupanya,
Tuhan masih mau mengujiku. Pulang dari kampus, aku kembali memacu
motorku. Aku berhenti tepat di sebelah mobil di lampu merah. Dan
kejadian tadi pagi terulang kembali. Gak pengguna motor, gak pengguna
mobil, ternyata sama saja.
Yang
kali ini lebih parah, si pengemudi mobil membuang puntung rokok nya
dengan cara melemparkannya dari jendela mobil. Yak, susah ya kalau
harus mendidik orang yang sudah dewasa. Karena kebanyakan dari mereka
sudah merasa penuh ilmu dan pengalaman. Padahal ilmu dan pengetahuan
terus berkembang. Makanya, aku gamau jadi dewasa, ekekek
Dan
kesimpulanku, sekecil apapun atau se-sepele apapun merokok sambil
mengemudi, tetap saja hal tersebut dapat men-distraksi perhatian
pengemudi dari jalan. Lagipula, merokok di ruang public (iya, jalan
raya juga termasuk ya) adalah hal yang dilarang dan sudah di atur
oleh hokum.

Comments
Post a Comment