MENGEMUDI SAMBIL MEROKOK, AMANKAH?

 
source http://www.yamahamotorjakarta.com/2014/08/31/bahaya-merokok-saat-mengendarai-motor/

Kemarin setelah lama tidak berkunjung ke kampus, aku putuskan untuk kembali menjadi mahasiswa rajin. Rajin ke kampus meskipun cuma setor tampang dan belum selesai ngerjain skripsweet. Rajin meskipun hanya rajin datang ke kampus. Btw, becanda! Ini juga lagi dalam proses mengerjakan tugas akhir.

Sebagai mahasiswa yang tidak suka pamer kekayaan atau membuat lalu lintas semakin padat, aku putuskan untuk menuju kampus menggunakan motor (lah emang cuma punya motor). Terjun ke jalan dengan motor kesayangan, aku memacu kendaraan dengan sellow dan santai.

Tepat di depanku, ada seorang bapak yang juga memacu motornya. Namun bukan sekedar mengendarai motor seperti biasa, bapak ini mengendarai motor dengan merokok. Awalnya hal tersebut tidak terlalu menjadi perhatianku. Dan memang selama ini aku tidak ada masalah dengan pengendara baik motor maupun mobil yang memacu kendaraannya sembari merokok. Nah, aku ga peduli.

Tapi kali ini, sungguh mengganggu. Si bapak dengan tangan kiri sibuk dengan rokoknya, dan tangan kanan memegang kendali motor berusaha berpindah jalur tanpa member tanda lampu sein dan dengan slow-motion pula. Aku yang di belakangnya kaget, karena bapak tersebut berada tepat di depan ku dan jarak kami mungkin hanya sekitar satu meter atau malah kurang.

Aku cukup sigap untuk menghindari gesekan motor. Belum sempat bibir terbuka untuk memaki, kesabaranku kembali di uji ketika abu rokok dari rokok di tangan bapak tersebut terkena angin dan mengenai tubuh dan kulitku. Beberapa titik dari abu itu masih meninggalkan rasa panas di kulit. Aku segera mengibas abu rokok tadi.

Aku biarkan hal ini, karena aku tidak punya waktu untuk berdebat dengan orang yang lebih tua di tengah jalan. Lagi pula, kampus masih menungguku dengan sabar.

Rupanya, Tuhan masih mau mengujiku. Pulang dari kampus, aku kembali memacu motorku. Aku berhenti tepat di sebelah mobil di lampu merah. Dan kejadian tadi pagi terulang kembali. Gak pengguna motor, gak pengguna mobil, ternyata sama saja.

Yang kali ini lebih parah, si pengemudi mobil membuang puntung rokok nya dengan cara melemparkannya dari jendela mobil. Yak, susah ya kalau harus mendidik orang yang sudah dewasa. Karena kebanyakan dari mereka sudah merasa penuh ilmu dan pengalaman. Padahal ilmu dan pengetahuan terus berkembang. Makanya, aku gamau jadi dewasa, ekekek

Dan kesimpulanku, sekecil apapun atau se-sepele apapun merokok sambil mengemudi, tetap saja hal tersebut dapat men-distraksi perhatian pengemudi dari jalan. Lagipula, merokok di ruang public (iya, jalan raya juga termasuk ya) adalah hal yang dilarang dan sudah di atur oleh hokum.

Comments

Popular Posts