LIBUR LEBARAN 2014

HALOOOO..

Sebelum mulai membahas point utama, ijinkan saya mengucapkan:

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
MARI KITA MEMULAI SEGALA KEMBALI DARI ANGKA NOL

Ramadhan sudah usai. Hari paling penting bagi umat muslim di seluruh dunia telah tiba, Idul Fitri. Hari dimana semua umat muslim kembali ke fitrah nya, sebersih bayi yang baru terlahir ke dunia.

Budaya lebaran yang ada di Indonesia adalah? Yup, bener banget. Pulang kampung. Mau sejauh apa pun pergi merantau, pasti akan pulang ke kampung halaman kalau lebaran tiba. Tahun ini seperti tahun - tahun sebelumnya, semua orang heboh untuk mempersiapkan lebaran di kampung halaman. As always, aku bakal berlebaran di rumah nenek di pulau garam.

Ibu berencana untuk mudik pada H-1 lebaran. Sayangnya ketika hari tersebut sudah tiba, kami melihat berita di televisi yang menayangkan antrian di pintu masuk tol Jembatan Suramadu. Di jelaskan bahwa pintu masuk tol untuk motor, telah dibuka tujuh pintu. Meskipun tekah membuka sebanyak tujuh pintu, namun antrian sejauh satu kilometer tetap terjadi. Sedangkan untuk mobil hanya dibuka satu pintu saja dengan antrian sepanjang setengah kilometer.

Dengan berita yang cukup mengejutkan tersebut, aku memohon pada ibu untuk menunda perjalanan pulang ke Madura. Ibu menyetujui permintaan ku, namun dengan kondisi bahwa kami harus berangkat dari rumah pada pukul empat dini hari. I think that good.

Besok nya kami berangkat dengan menggunakan dua kendaraan bermotor. Ayah berboncengan dengan ibu, sedangkan aku membonceng Kayla. Karena khawatir bahwa Kayla akan tertidur selama di perjalanan, maka Ibu memberikan solusi dengan mengikat tubuh Kayla dengan tubuhku menggunakan kain sarung. haha.

Hanya selang satu jam kemudian, kami sudah tiba di rumah nenek. Dengan beberapa saudara yang menyambut di depan pintu gerbang. Hampir semua sepupu sudah datang, kecuali adik ku dan sepupu ku Zakia.

Setelah sarapan dan beristirahat sejenak, kami sekeluarga pergi mengunjungi rumah buyut yang jaraknya lumayan. Dengan berjalan kaki santai kami melewati sawah dan sumur umum.

Ini tanaman kacang hijau.

wild flower di pinggiran jalan desa

bunga ini tumbuh liar di halaman belakang rumah nenek

 Baru pada malam hari nya, sepupu ku Zakia tiba bersama suami nya serta budhe - pakdhe. Mereka juga menggunakan dua motor. Rumah nenek jadi tambah rame!

Subuh tiba, udara pagi disini luar biasa dingin. Dinginnya terasa seperti menusuk daging manusia. Makanya aku selalu terbangun di jam empat pagi. Ternyata bukan aku saja yang sudah terbangun di pagi hari itu, ibu dan bapak juga terbangun karena dinginnya udara. Sejenak kami bercengkrama dan bercanda. Saat mentari sudah mulai beranjak dari peraduannya, aku mulai membangunkan Kayla.

Iya, Kayla masih tidur. Ga tau deh, dia betah banget sama udara dingin. Karena kemarin malam aku sudah berjanji akan jalan pagi dengan Kayla, maka aku langsung menuju kamar mandi untuk cuci muka dan sikat gigi. Jangan kaget. Disini emang kebiasaannya seperti itu. Karena udara malam hari sangat dingin, jadi kita tidak berkeringat sama sekali, makanya ga pada mandi pagi. Kecuali buat yang ada keperluan misalkan harus pergi sekolah atau kerja. Selain itu karena air disini juga tidak terlalu mudah untuk didapatkan.

Sambil jalan - jalan pagi, aku mengambil beberapa gambar selama diperjalanan. Dan Kayla agak kesal karena aku terlalu immersed terhadap dunia fotografi. haha

Bunga liar cantik yang mungil. Wild flower

bunga liar

ladang ini tidak hanya berisi tanaman jagung, tapi juga ada kacang panjang dan kacang hijau

padang rumput luas dengan semburat lembayung sunrise
Aku dan Kayla segera pulang untuk mendapatkan sarapan kami. Lelah karena berjalan tadi, segera hilang. Kami kembali menghabiskan waktu dengan menerima kunjungan dari  kerabat - kerabat yang lainnya. Selain itu, kami juga menghabiskan waktu dengan bercanda dan bernostalgia.

Agak siangnya, aku dan sepupu ku menghabiskan waktu dengan berjalan - jalan di area persawahan. Tak lupa kami bernarsis ria. Ayeeeeeey!!!!


aku duduk diatas angin :D

Sepupuku, Zakia



Kami menginap hanya dua hari, pada hari Rabu kami kembali ke Surabaya. Kangun Surabaya gilak!

There's always something that we couldn't take, its alright. We can't be greedy

as a goodbye, here is it...
chuuuuu...

Comments

Popular Posts