The next step

Nama : Kayla Kirani
Usia : 6 tahun
Kelas : 1
Sekolah : SDN Tembok Dukuh IV
Diatas merupakan profil singkat dari adik ku yang mulai hari Senin, 14 Juli 2014 mendatang resmi masuk ke SDN Tembok Dukuh IV sebagai murid tahun ajaran baru.
 
Karena sistem penerimaan siswa tahun ajaran baru kali ini jauh lebih canggih dibandingkan sistem penerima siswa tahun lalu, ibu sempat histeris dan melimpahkan segala kegelisahan nya dengan cara memarahi ku habis - habisan. :(

aiiiih... Akhirnya yang pergi untuk mendaftarkan Kayla sekolah adalah aku. Iya, aku, kakaknya. Bukan ibu atau ayah, tapi kakaknya. Padahal di pengumuman yang ditempel terdapat keterangan bahwa yang mendaftarkan harus orangtua, baik itu ayah ataupun ibu. Tidak dapat diwakilkan. But my mom is so persistent. She asked me to do it. and I don't have a choice.

So there I am, dateng paling terakhir sendiri di jam 11 siang. Karena baru datang saat siang hari, jadi dapat no urutan 100, which is nomer urutan terakhir untuk hari itu. Tidak lama kemudian, datang seorang ibu yang juga ingin mendaftarkan anaknya sekolah. Sayang sekali, ibu tersebut harus pulang dengan tangan hampa karena nomer urutannya sudah habis. Feeling sorry toward her. miane

Btw, sekolah ini adalah tempat ku menggali ilmu sebelumnya, dan juga adikku yang cowok, Faizal juga bersekolah ditempat ini. Jadi tempat ini benar - benar bersejarah dan penuh kenangan bagi ku, maupun bagi Faizal. Dan tentu saja, kami berdua kenal hampir semua dari guru yang ada dan mengajar disana.

Dan ketika mendaftarkan Kayla, kebetulan guru yang membantu proses nya merupakan salah seorang guru yang sempat mengajar mata pelajaran pengetahuan sosial selama kurang lebih empat tahun,Pak Tugar. Tak bisa dielakkan lagi, nostagia dan pertanyaan - pertanyaan mengalun dengan lancar dari beliau. Nah, guru yang satu lagi, hanya sempat mengajarkan bahasa inggris di tahun terakhir sekolah ku. Sayang nya aku lupa nama guru yang satu ini. Padahal beliau masih cukup muda dan tampan. haha

Back to my sister, karena ada berkas yang kurang, terpaksa deh ngelengkapin berkas dulu. Kemudian kembali menghadap guru tersebut untuk menyelesaikan proses pendaftaran yang sempat tertunda sepuluh menit. Pendaftan siswa kali ini jauh - jauh - jauh berbeda proses nya dibandingkan dengan pada saat aku atau Faizal mendaftarkan diri untuk menempuh pendidikan ditempat ini.

Sistem penerimaan murid saat ini dilakukan online, jadi semua proses nya dapat dilihat, transparant dan jauh dari kecurangan. Setiap murid yang mendaftar akan memiliki poin. Poin tersebut muncul dari usia dan jarak dari rumah calon siswa ke sekolah yang dituju.Untuk anak yang berusia 6, 7- 7 tahun keatas, mendapatkan point 10. Namun karena adikku berusia 6,6 tahun poin yang diperoleh adalah 8 poin. Untuk calon siswa yang rumah nya berada dalam kawasan Kelurahan yang sama poin yang di dapat akan jauh lebih banyak dibandingkan dengan calon siswa yang rumah nya berada dalam kawasan Kelurahan yang berbeda.

Singkat kata, dengan persaingan yang ketat, Kayla lolos dengan 13 poin.

Comments

Popular Posts