EXPLORING BANYUWANGI




Day 2 – Pantai Pulau Merah


Rencananya mau liat sunrise, tapi apa mau di kata nih badan kagak mau diajak kerjasama. Mata udah kebuka, cuma badan ga mau bangun. Yup, kecapekan gegara perjalanan jauh kemaren. Sedih gue, kagak dapet sunrise di sini, tapi karena masih ada beberapa hari lagi jadi gapapa deh ketunda.

Bangun pagi, antri mandi. Pada dasarnya semua males mandi karena ga rela berpisah dengan kasur empyuuuk! Hehe. Tapi karena keindahan alam banyuwangi sangat sayang untuk dilewatkan, akhirnya pada mandi deh. Sementara tante yang punya rumah sudah rapi jali dan nyiapin makanan buat tamunya. Maapin kita ya tanteeee :p

Kita sudah rapi nih. Nah sit ante lagi nyiapin meja buat kita, pas kitanya mau bantuin si tante malah nyuruh kita jalan-jalan saja di sawah belakang. Hehe, enaknya. Si tante emang baik :D. Jadilah kita main ke belakang rumah. Jalan di pematang sawah, dan kebetulan ada ratusan bebek yang lagi di angon. Buanyaaaaak gila! Baru kali ini liat bebek sebanyak itu patuh sama pawangnya, baris rapi. Ekekek, lucu.

bebek saja bisa baris dengan rapi. kamu, manusia harus lebih baik dari bebek dong ya :D


Lumayan, masih dapet pemandangan seperti ini meskipun ga dapet sunrise :)


Kenyang makan sayur asem pedes sama lauknya, kita siap untuk berpetualang :P Setelah nunggu mobil dan pak sopir nya, kita langsung cus ke destinasi yang pertama, Pantai Pulau Merah. Pantai ini masuk daftar must visit nya Banyuwangi karena pantai ini sudah jadi trade mark kota.

Mobil kijang yang cukup berumur dengan sopir nya yang warga local Banyuwangi yang ramah setia menemani perjalanan kami selama di Banyuwangi ini. Nah, sayangnya aku lupa nama bapak ramah ini, what a shame! Maaf ya pak -_-“


Mobil ini meskipun luar dalam udah tua, tapi tahan banting cyiiin!


Jarak antara rumah om – tante (untuk mempermudah akan disebut sebagai basecamp) dengan destinasi lumayan jauh ternyata. Hampir satu jam kemudian kami baru sampai di pintu masuk pantai ini. Jalan masuknya lumayan bagus lah ya. Tapi jangan dibandingkan dengan jalanan yang ada di kota, bandinginnya dengan jalanan yang ada di kabupaten Malang sana, seperti jalanan ke pantai Balekambang.

Setelah masuk gerbang pintu masuk tempat wisata, kami disambut oleh dua orang remaja putri yang memegang karcis retribusi pantai ini, murah saja Rp 3000,-. Karena pantai ini merupakan trade mark banyuwangi, maka jangan kaget dengan pengelolaan tempat wisata yang sudah cukup baik. Disini pengunjung disediakan lahan parkir yang luas dan panjang, mengingat garis pantai ini juga lumayan panjang.

Jujur saja, agak terkejut. Untuk ukuran pantai yang seindah ini, pengunjung yang datang hari itu tidak seberapa. Bahkan cenderung sepi. Pade kemane nih warga Banyuwangi?

Anyway, karena kami berangkat dari basecamp cukup siang, jadi si Candra manage waktu supaya kita bisa ke beberapa destinasi gitu. Jadi kami ga bisa berlama – lama di pantai ini, kalo ga salah kita cuma dua jam disini.

Tapi menurutku cukup lah waktu segitu buat menikmati view keseluruhan dari pantai ini, mengambil beberapa foto landscape, dan selca :p Pokok jangan renang aja, selain waktu nya ga ada, ombak nya lumayan gede pas itu.
Here, some of dozens.. :)

garis pantai yang panjang, merupakan karakteristik dari pantai - pantai yang berada di wilayah Banyuwangi ini.









Kalo ada yang penasaran, kenapa nama pantai nya Pulau Merah. Padahal pasir di pantai ini warnanya putih sampai warna khaki. Jawabannya adalah karena, di pulau yang letaknya tidak jauh dari pantai, tinggal jenis kepiting atau hewan dengan cangkang merah. Dan ketika hewan tersebut meninggal, cangkangnya akan menjadi butiran pasir siring dengan waktu. Nah, pasir inilah yang warnanya merah. Dari situlah nama pantai ini berasal. Keren yah.

Indonesia itu memang keren dengan segala kekayaan alamnya, terutama pantai! Karena aku pecinta pantai. Pantaiiii !!! I LOVE BEACH!!!



inget :
traveling lah sebelum kau terlalu tua, terlalu lemah untuk berjalan diatas kaki mu.
karena kau berhak untuk melihat apa yang telah Tuhan ciptakan.

Comments

Popular Posts