EXPLORING BANYUWANGI 3
Day 2 – Taman Nasional
Merubetiri
Setelah puas menikmati pantai
Pulau Merah, kami beristirahat sejenak sambil mengambil beberapa buah foto.
Teteuuup narsis ya, hihi
Masuk lagi ke dalam mobil,
kami menuju Taman Nasional Merubetiri. Letak pantai Pulau Merah dan Taman
Nasional Merubetiri ini memiliki jarak yang lumayan jauh. Awalnya, jalannya
masih cukup mulus. Mengapa cukup mulus? Karena beberapa teman yang duduk di
kursi belakang masih bisa tidur dengan tenang dan nyaman.
Untuk menuju Taman Nasional
Merubetiri ini, kita harus melewati perkebuanan yang super luaaaaaaaas
(seriusan) milik BUMN, yakni PTPN. Di perkebunan ini terdapat banyak jenis
tanaman, termasuk di dalamnya kebun karet yang luas, tidak lupa juga tanaman
cokelat atau kakao. Jujur saja, baru kali ini aku melihat kebun yang sangat
luas. Bahkan untuk membantu para pekerja entah itu buruh pemelihara, pemanen
getah karet maupun pemetik buah kakao menuju lahan kerjanya, PTPN menggunakan
truk terbuka. Dan truk nya tidak hanya satu atau dua, melainkan puluhan. Keren
yah kekayaan alam Indonesia.
| salah satu petak dari kebun karet |
Kebun cokelat.
Setelah memasuki kawasan PTPN,
hanya beberapa kilometre kemudian kondisi jalanan perlahan namun pasti
memburuk. Mobil kesulitan berjalan dengan mulus. Teman – teman yang tadinya
tidur dengan nyenyak, satu persatu mulai bangun karena goncangan mobil yang
tidak membiarkan mereka untuk melanjutkan tidur cantik mereka, haha :P
Bukan hanya itu bahkan
beberapa diantara kami harus merelakankepala atau anggota badan lainnya
terbentur. Wahhh, sampai – sampai pak sopir sengaja menjalankan mobil dengan
kecepatan di bawah 15km/jam. Kebayang ga? Jarak yang seharusnya di tempuh satu
jam, jadi molor dua jam. Ini penderitaan yang nyata.
Aku mulai kesulitan menikmati
pemandangan yang berada diluar mobil, karena harus berkonsentrasi menahan tubuh
agar tidak ikut bergoncang seiring dengan goncangan mobil.
Kalau naik mobil aja sepegel
ini, jangan bayangkan anda dapat menikmati perjalanan dengan roda dua. Its so
much pain, I can tell that. Ahaha.
destinasi berikutnya adalah pantai Rajegwesi, masuk dalam kawasan taman nasional Merubetiri, pantai inilah yang paling mudah untuk di tuju, namun tidak kalah cantik dengan pantai Pulau Merah.
oh iya, sebelum sampai di tujuan, ada beberapa bonus spot pantai yang sayang untuk dilewatkan.
| the wave is really strong |
when you arrive, you'll see that this beach has 2x - 3x bigger than football field.
Hal pertama yang paling membekas diingatan adalah perahu - perahu yang di parkir di sepanjang pantai ini. Iya, banyak emang. Melihat ombak yang begitu kuat menghempas, maka ga heran kalau banyak nelayan yang meliburkan diri pada hari itu.
| pasirnya berasa panas karena kami datang di waktu matahari sedang terik. |
oh ya, karena panas nya sinar matahari yang langsung ke kulit, highly recommend untuk bawa payung atau topi. Akan lebih bagus lagi kalo sudah persiapan bawa sunblock atau sunscreen.
| Traditional ship |
I hope its can be your next destination :)
this beach is really huge. So we split and do what we want to do. For me, its mean exploring. I walk to the right side of the beach while taking some photos with differnt angels, and walks to the other side to see the fishermen.
Luckily, that time there's a huge ship came from fishing. its loads the fish into a smaller ship to take the fish into land. that's how fishermen face the huge wave.
wooooh, I'm really immersed back then.
Comments
Post a Comment