Pantai, Mana Pantai (one-day-trip with my uncle)
Pantai Goa Cina? *usap pantat!*
(Minggu, 2 Juni 2013)
seringkali kamu harus rela pantatmu
merasakan penderitaan sebagai bahan untuk dibarter
dengan pemandangan super megah, karya agung dari Sang Pencipta
(Sabtu, 1 Juni 2013) Hari ini adalah hari pernikahan tante, adik dari ibu ini akhirnya melepas masa lajangnya. Tante Lia ini mengadakan pesta pernikahan di halaman rumah nenek. (yeay pulkam).
Resepsi ini bahkan mengundang yah, semacam hiburan untuk para undangan deh.
(Minggu, 2 Juni 2013) Pagi - pagi buta dibangunkan oleh ibu. Biasalah, diajak pulang ke Surabaya. Jadi aku dan adik - adikku segera mandi dan packing tidak lupa pula sarapan! yummy :9
My uncle, anak ke sebelas dari nenek, ikut beserta rombonganku. Iya, karena dari jauh - jauh hari aku sudah terlanjur janji untuk mengajak beliau pergi ke pantai.
Pukul 07.10 kami sampai di rumah. Om langsung tidur (
karena selama acara resepsi beliau tidak tidur sama sekali) sedangkan aku segera berlari menuju kamar untuk mengerjakan tugas yang sudah jatuh tempo. Bukan, bukannya aku pemalas untuk mengerjakan tugas. Tapi karena aku pulkam sejak hari jumat dan tidak membawa perlengkapan perang, sedangkan ketua kelompok baru sms dan membagi tugas pada hari jumat malam itu.
karena selama acara resepsi beliau tidak tidur sama sekali) sedangkan aku segera berlari menuju kamar untuk mengerjakan tugas yang sudah jatuh tempo. Bukan, bukannya aku pemalas untuk mengerjakan tugas. Tapi karena aku pulkam sejak hari jumat dan tidak membawa perlengkapan perang, sedangkan ketua kelompok baru sms dan membagi tugas pada hari jumat malam itu.
Pukul 8.05 aku sudah menyelesaikan tugas dan mengirimkan kepada bu ketua. Tak ada jeda. Langsung saja ganti baju dan bersiap - siap untuk one-day-trip ke Malang. Tadi sempat sedikit browsing tentang letak Pantai Goa Cina. Jadi aku putuskan untuk kesana.
Pukul setengah sembilan tepat, aku dan om berangkat dengan menggunakan motorku dan aku yang nyetir. Selang beberapa saat, baru sadar deh, lupa ga bawa jaket -_- entar kalau masuk angin gimana? Tanggung juga kalau mau balik. Lanjut aja deh. Semua lancar - lancar saja hingga kami sampai di kota Malang. Dari sini, penyakit disoriented kembali kambuh! haha. Jadi selama sisa waktu perjalanan ke arah pantai, kami lewati dengan bertanya berkali - kali - kali pada entah-berapa-banyak orang. haha
Sepanjang jalan, kami merasa ada yang janggal, 'kenapa jalannya seperti diperbukitan?' Tapi memang seperti inilah karakteristik pantai - pantai yang berada di Malang. Melewati jalan yang membelah hutan yang sepi dan jarang dilalui. Kami mulai menikmati perjalanan sejuk ini. Namun jalan dengan tipe seperti ini tak kunjung berakhir, seperti tak memiliki ujung. Apakah kami tersesat? tentu saja tidak! Kan kami rajin bertanya kepada warga. haha
Beberapa kali kami berhenti di SPBU untuk mengisi bahan bakar. Maklum saja, motor matic. Beberapa kali pula kami terhenti karena terdapat perbaikan jalan dibeberapa lokasi. Dan juga entah-berapa-kali kami berhenti untuk bertanya arah, mencari secercah cahaya. haha
Sampai akhirnya disebuah belokan, terdapat papan kayu dengan ukuran yang lumayan besar bertuliskan arah panah ke Pantai Goa Cina kurang lebih berapa belas kilometer gitu. Meskipun begitu, aku dan om ku merasa lega sekali. Seperti menahan rasa ingin pup selama berjam - jam.
Lepas dari jalan aspal yang mulus tak bercacat, kami harus menempuh jalan tanah berbatu beberapa puluh meter yang semakin mematahkan semangat pantatku untuk sampai ditujuan. Memasuki kawasan wisata, harus membayar retribusi sebesar Rp 5000,-/orang. Dan untuk memarkir motor dipungut tarif Rp 5000,-/motor. Om ku bersungut jengkel, karena meski kami membayar retribusi, namun jalan yang kami lalui sangat jelek. *pukpuk om*
Dari parkiran kami berjalan kearah bibir pantai. Dan segera kami takjub, seperti diberi kejutan oleh orang yang tak terduga sama sekali. Hamparan pasir putih yang agak besar dan garis pantai yang panjang, benar - benar memanjakan mata kami.
beberapa titik lokasi di pantai
Banyak yang melakukan sesi pemotretan, baik pro maupun amatir. Iya, siapa yang ga kesengsem coba, dengan keindahan pantai yang seperti ini. Sayangnya, seperti kebanyakan pantai yang berhadapan langsung dengan samudra, pantai ini memiliki ombak yang cukup ganas dan membahayakan. Meskipun begitu, beberapa orang masih bisa menikmati berbasah - basahan dibibir pantai seperti yang dilakukan ketiga orang ini, sambil berbincang *entah apa bahasannya*
masa kecil kurang bahagia?
Kami segera merasa kelaparan. Hmmm, wajar saja, ini sudah melewati jam makan siang rupanya. Segera kami libas sebungkus roti dengan beringas. hehe. Kemudian dimulailah sesi menjelajahi kawasan pantai ini. Dan om menemukan Gua yang digunakan sebagai tempat bertapa oleh seorang pertapa dari China yang pertama kali menemukan pantai ini.
butuh sebuah senter untuk dapat menikmati gua ini
ombak besar yang menerjang (y)
Seperti biasa no pict - hoax. Jadi silahkan nikmati hasil jepretan saya haha
betapa manusia sangat beruntung
mendapatkan dan diberi amanah berupa bumi ini
betapa manusia harus pandai - pandai bersyukur pada Tuhannya.
Langit mulai mendung, menandakan kami harus segera pulang kerumah. Menyimpan rapi segala kenangan dan potret didalam benak dan ingatan. Mensyukuri setiap langkah yang terjejak pada susunan pasir yang ringkih.
Namun malang bagi kami, mulai dari Malang kota sampai ke kota Sidoarjo, kami kehujanan. Yak, lengkap sudah. haha
oke, sampai disini dulu.













Comments
Post a Comment