Get Lost with Nidya -one day trip-

Nglirip Waterfalls, Tuban
(sabtu, 27 April 2013)








sometimes when you are stuck with routines
go take your backpack, and let's get lost
-Nurul Qomaria-


Hari jumat malam, tanggal 26 April 2013. Aku mendapatkan pesan dari Nidya, inti nya bahwa dia sudah bosan (kami baru saja menyelesaikan UTS)dan ingin kabur ke pantai. Dan entah ke sambet dimana, langsung saja aku tanggapi positif. Tapi jujur saja, aku sudah cukup lama tidak melihat air terjun. So, aku request ke Nidya untuk merubah tujuan perjalanan ke Airterjun Nglirip, Tuban.

Kemudian sebuah pesan kembali masuk ke inbox ku, Nidya menyetujui permintaan ku, tapi dengan beberapa pertanyaan kapan & apakah aku sudah tahu rute yang harus diambil. Pertanyaan pertama dengan mudah dapat aku jawab, besok. Namun pertanyaan kedua membuatku memutar otak untuk menjawabnya, 'aku ga tahu tempatnya dan rutenya, karena aku ga pernah kesana sebelumnya. Tapi kan kita masih bisa tanya kepada orang lain. Dan sebelumnya aku minta tolong, supaya kamu cari dulu lokasi nya lewat google maps'

Entah kenapa aku bisa se-extreme itu dalam hal ini. haha
Jadi setelah selesai mengantarkan adik bungsu ku ke sekolahnya, aku segera memasukkan sedikit barang ke dalam tas eiger kecil berwarna hijau. Memang sengaja membawa tas kecil, karena ini hanya one day trip saja, jadi hanya membawa barang seperlunya.

Sekitar jam setengah 8 pagi di kos Nidya, nunggu si Putri Solo ini siap - siap. Yah, dia memang lelet, haha
Aku pinjem krudung nya si Nidya nih, cantik kan ..


siap - siap di kos nidya
 
Nah, jam 8.30 WIB kita berangkat start dari kos Nidya. Demi kenyamanan dan kemaslahatan umat, di putuskan untuk menggunakan motor Honda Beat milik Nidya, dengan aku sebagai sopir nya. ehem, sopir paling cantik se-dunia :P
 
Perjalanan dimulai dengan menuju Gresik dan juga melewati Lamongan. Dengan semangat yang menggila (karena benar - benar gila) kami terus bertanya dan bertanya. Iya, ini mungkin sebuah perjalanan dengan tujuan paling cantik bagi kami berdua, namun juga perjalanan paling BUTA ARAH dan paling panjang.
 
Dengan mudah kami melalui kota Gresik, namun tidak mudah untuk melewati Lamongan. karena :
  • Sebelum ini aku pernah ke lamongan, namun naik mobil. Hal serupa juga berlaku pada Nidya
  • Aku penghapal jalan paling payah (truth)
  • Sebelum ini belum pernah nyetir motor sampe di Lamongan.
  • Kami benar - benar BUTA ARAH
Sungguh, sebenarnya capek juga terus menyetir dengan ketidakpastian jalan yang benar yang harus di tempuh. Tapi itu juga sensasi yang menggelikan, ga akan pernah terlupa bagaimana dengan tolol nya kita tersesat jauh sehingga waktu tempuh perjalanan menjadi molor. haha.
 
Yang jadi keheranan kami adalah, tujuan wisata kami ini air terjun, tapi di sepanjang jalan selama di lamongan kami disuguhi pemandangan laut yang cantik. Ahh, senangnya menghirup kembali udara dengan aroma laut yang bersih.

Entah sudah berapa puluh kali kami bertanya jalan kepada orang dan warga sekitar. Entah sudah berapa kali kami melewati tikungan dan jalan lurus. Bosan. Sampai pada satu titik, kami hampir putus asa untuk menemukan airterjun eksotis ini. Namun Tuhan selalu menolong hamba Nya yang hampir putus harapan dengan menyuntikkan kembali semangat dan pikiran positif. 

Kembali kami bertanya dan bertanya, Hampir semua orang yang kami tanya, dengan senang hati memberi tahu arah dengan senyum ramah. Mungkin ini yang tak akan saya temukan di belahan benua lainnya.


 salah satu tikungan yang kami lewati


 perhatikan tebingnya, bukan orang yang ada difoto ini (haha)


Tak jauh dari tikungan ini, kami memacu motor diatas sebuah bukit dengan view sekitar yang ga membosankan sama sekali. Disamping kanan - kiri jalan terdapat kebun cabe, hutan jati, kebun kacang tanah, jagung dll. Tanah disini seperti nya cukup subur, dilihat dari beberapa jenis tumbuhan yang berkembang dengan baik.

Selang beberapa akhirnya kami menemukan gapura ini :


 welcome to kec.Singgahan

 
jalan umum desa yang tak hanya dilewati motor


Yak, silahkan bayangkan sendiri betapa leganya kami melihat gapura mungil bertuliskan kecamatan Singgahan ini!

Butuh sekitar setengah jam lebih untuk menemukan air terjun yang kami cari. Iya, kami kesasar lagi. haha

Jadi kami sampai lokasi sekitar pukul 1 siang. Kami parkir kendaraan dan berjalan turun untuk menuju lokasi air terjun, sekitar 30 meter deh. and guess what!? air terjun nya masih sepi dan cantik!





Syukurlah, sampai di airterjun cantik dengan cantik tanpa kurang suatu apapun juga hihi. kami pose - pose cantik dulu ya













terkadang kita harus membobol batas ketakutan kita
untuk menemukan bahwa kita punya lebih banyak keberanian
dibandingkan dengan apa yang selama ini kita bayangkan.

Setelah puas, kami kembali menyusur jalan panjang untuk pulang. Namun karena hari masih cukup siang, kami berencana untuk mampir ke rumah nenek-kakek Nidya yang berada di dekat WBL. Lebih tepatnya beberapa meter setelah lokasi WBL.
Beruntungnya hanya sekitar 5 meter dari rumah nenek Nidya, ada pantai! yes!! ada beberapa perahu yang sedang parkir. hihi
Kesempatan bagus nih, jadi begini lah tingkah kami . . .










Karena satu dan lain hal, kami melupakan kenyataan bahwa kami lapar karena belum makan dari pagi. akhirnya kami membeli nasi uduk di warung sederhana pinggir jalan.





and then we say good bye to the air cause this day seems to the end..
sampai jumpa di petualangan berikut nya :D






 

Comments

Popular Posts