The 27.5 hours Roller Coaster like Trip. PACITAN. PACITAN. PACITAN




It was a nice day; we’ve been chit chat and teased each other in the living room when my mom suddenly drops the bomb! With SWAG she’s like “I’ll be going to Pacitan this Sunday”. And i was like, really?? Did she just say that she was going on trip and having fun . . . ALONE?!


This can’t be more horrible with the fact that it is long weekend, and my brother will be away for days with his friends touring to Blitar. And they’d expect me to stay home alone babysitting my little sister? I was left with disappointment. Hing ....


So when i arrived at campus and met with my best friend, ME literally begged him to pray for me so that i can spend most-anticipated-long weekend with a beach view before my eyes. LOL. I was too excited with a huge disappointment.



And then my mom asked me,'are you really want to come along?'
and I nod firmly. hihi.... I am so exited.


 
kaki ku juga excited xD

Karena ini rencana liburan dadakan dan hanya 1 hari 2 malam, aku dan ibu tidak menyiapkan banyak. Hanya satu pasang baju ganti, in case kami bermain air waktu di pantai. dan tentu toiletries dan sedikit make up. Cause this is girls day out hihi





Jadi aku dan ibu bakal ke Pacitan. Sudah tahu kan pacitan, di post sebelumnya sudah aku beri sedikit informasi tentang Pacitan. Bagi yang belum baca, monggo di klik disini. :D

Ini acara tour yang diadakan sekelompok ibu - ibu rempong dan segelintir kaum adam. Dengan menyewa tour bus, rencananya kami akan berangkat pada hari sabtu malam dan sampai kembali di Surabaya pada Minggu malam. Yuuuuuup!!! kalian benarr... sudah pasti kami bakal tidur di dalam bus.

Sebenarnya ini bukan kali pertama untuk bepergian jauh menggunakan tour bus. Tapi ini kali pertama dimana aku menghabiskan malam di dalam bus (yang bermalam pas ke karimun jawa ga di hitung ya, kan bukan bus pariwisata xD).

Setelah si bus pariwisata datang, sudah pas pukul 9 malam nih. Hal pertama yang membuat kening berkerut, ukuran bus nya tidak seperti yang sudah - sudah. kedua, tempat duduknya kecil bangeeeet... Pantat lebar ku kurang puas, ehh, salah maksudnya kecewa berat. eh, sama aja ding.

Me and my mom just at lost, how can we manage to sleep when we can't even properly sit on the small size seat down. LOL

Tapi beruntunglah kami ternyata bus ini ga full book, alias banyak kursi kosong yang tersedia. Jadi aku dan ibu duduk di three-set seat. hihi dan merasa lega. Bus meriah, karena memang semua masih excited dengan trip ini. Ada segelintir ibu - ibu yang antri menunggu giliran pegang mic, mau karaokean. hahahah


Tentu ibu ga bisa tertinggal dari event ini. oh my Mom, i can't take it so I just sleep until we arrived at the destination.


sunny
Bus berhenti entah dimana. It looks just like a common road. I didn't see any sign or a vibe of vacation spot. not a beach either a cave. 

BLANK .....

Ternyata bus tidak bisa melanjutkan perjalanan karena pemerintah setempat memberlakukan larangan tersebut dengan alasan jalanan yang sempit dan berbahaya.


For the rest, we have to charter like three vehicle. As all of us agree to not stop at this point.



that damn vehicle
 this the vehicle. however, satu kendaraan ini harus diisi setidaknya 15 orang. Dan setiap orang harus membayar 25 ribu rupiah untuk perjalanan ke Pantai Klayar - Goa Gong - Bus parking lot. 

Its was a long drive about 20 km. for me it exactly like a hell. I can't sit properly, karena di sebelah kanan ada nenek yang duduk tepat di pinggir, sedangkan di sebelah kiri ada ibu muda dengan anak balita. Yep, itu kenapa aku ngalah. Tapi perjuangan ini benar - benar berat karena medan jalannya yang juga mempersulitku. Pantat ku gemetar, jadi aku memutuskan untuk menjadikan kaki dan lutut sebagai tumpuan. Namun tak bertahan lama karena berasa tremor. haha.

Pada akhirnya aku menyerah dan melepaskan bagian pantatku yang menempel di bangku dan berjongkok. Yang lainnya segera bereaksi melihatku begitu, (Biasa, formalitas, dibibir sajaaaaaa. haha) aku menghela nafas dalam, "Capek"

Setelah lelah berjongkok, aku mencoba duduk kembali di bangku, dan jongkok lagi dan duduk lagi. Sampai akhirnya kami tiba di tempat parkir mobil Pantai Klayar.

Hmmm.. bagi yang belum pernah kesini, jangan... jangan naik motor. Capeeeek. Bawa mobil pribadi aja atau elf. jangan bus, nanti kalian akan menyesal seperti kami.

aku turun dengan limbung. Hampir mabuk darat :(( Hal pertama yang kami lakukan adalah mencari warung yang menyediakan nasi hangat dan lauk lezat yang bisa menenangkan perut.

Waktunya sarapan pagi, jadi aku dan ibu duduk di warung sederhana yang menyediakan nasi.





Karena masih pagi sekali, jadi belum banyak lauk yang tersedia. Ini pun pemilik warung mendapatkan uluran tangan dari ibuk. haha


Kami makan nasi yang baru tanak dengan omelet dan oseng buncis tempe. Osengnya nendang banget. bumbunya mantep. Mual langsung lenyap seketika. Untukku yang masih belum kenyang, ada tambahan mie cup. hehe

Selesai makan aku dan ibu segera turun, berkeliling dan menikmati angin segar yang berhembus di pantai Klayar Pacitan ini. 


























Pantai Klayar ini memiliki beberapa karakteristik, yakni pada saat air laut pasang, ombak menghempas dengan keras jadi pengunjung di larang berenang. Garis pantai cukup panjang dan terdiri dari sebagian berpasir dan di sebagian wilayah lainnya merupakan karang.



Ga ada salah nya masuk ke dalam warung dan bersantai memandangi lautan dan menikmati suara ombak sambil minum kelapa muda.


Disini juga ada paguyuban penyedia jasa yang menyewakan semacam mini ATV. Ada juga yang menawarkan pengunjung untuk menuju ke semburan air laut yang terjadi karena celah di karang. Yah, memang ada biaya tambahan, tapi worth the view lah.


Pasir di pantai ini tidak seberapa halus namun juga tidak kasar. Mungkin karena sebagian pasir nya terbentuk dari cangkang kerang dan semacamnya yang sudah mati. Tapi tenang, pasir pantai disini tidak membuat lelah ketika melangkah diataasnya.


kami menghabiskan waktu cukup lama disini. Well dalam kasusku mungkin karena aku ingin menghindari kenyataan buruk ketika harus kembali menyusur jalanan rusak dan sempit. 


Waktu akan keluar dari pantai Klayar, ibu menganjurkan ku untuk bertukar tempat duduk dengan beliau. Sebenernya ragu, karena duduk di bangku belakang bukan pilihan yang bagus. Reluctantly, akhirnya aku duduk di depan. Yah, nyaman banget duduk di kursi depan.


Tujuan selanjutnya adalah goa Gong atau Gong Cave. Hanya berjarak sekitar kurang lebih 10 menit dari pantai Klayar, Goa Gong sudah menjadi ikon bagi kabupaten Pacitan.


Kami turun tepat di depan tempat parkir mobil yang berkunjung ke Goa Gong. Dari situ kami harus berjalan menanjak sekitar 15an meter. Buat yang khawatir kelelahan, tersedia ojek yang siap mengantar dengan ongkos Rp 5.000,- sampai tepat di depan pintu loket.


Aku dan Ibu memutuskan untuk berjalan demi kesehatan kami. Iya, soalnya kan pantat sudah terlalu lama duduk di bus dan angkutan umum. Jadi demi kemaslahatan umat, kami berjalan perlahan mendaki gunung (enggak deng).


Kami berjalan menuju tangga dan jembatan yang tingginya 16 meter dari permukaan tanah. Warning: dapat menyebabkan lutut gemetar, badan basah dengan keringat dan merasa lelah luar biasa xD



my mom didn't look happy in this pict xD
Kami bersama dengan rombongan beriringan menuju mulut goa Gong


mulut Goa Gong

karakteristik goa ini adalah hanya tersedia satu pintu untuk masuk dan keluar. Dari pintu masuk pengunjung harus berjalan menuruni anak tangga yang ukurannya agak kekecilan bagi yang memiliki telapak kaki panjang. Goa ini masih tumbuh dalam artian masih banyak air menetes yang juga menjadi cikal bakal stalagmite and stalaktit. Jadi path yang dilalui cukup berbahaya karena basah dan licin, well aku lupa menyebutkan bahwa path nya juga sempit.


Semakin jauh masuk ke dalam, suhu udara semakin naik. maka tidak heran kalau di beberapa titik pengunjung melihat kipas angin super besar yang sengaja di instal di dalam Goa Gong. 






Dan btw, beberapa meter dari mulut goa Gong minim pencahayaan. Makanya banyak ibu - ibu yang menawarkan payung, senter, dan kipas pas di depan mulut goa Gong.


Disepanjang jalan menuju keluar dari areal Goa Gong, tersedia lot yang di peruntukkan untuk pedagang. Kebanyakan menjual oleh - oleh khas Pacitan sih.


Nah, sekian trip report dari Pacitan.
Ketemu lagi di lain waktu, Semoga kalian mendapatkan informasi yang bermanfaat dari postingan ini (ceilah, haha)


Bonus, foto Ibu yang senyum :)

Comments

Popular Posts