To The Age of Blossom
Akhir - akhir ini, well lebih tepatnya mungkin sejak dua tahun yang lalu intensitas ku untuk di undang ke pernikahan semakin meningkat. Well said.
Mostly, I am just ignore the voice around me and carry on with my life. But well, it seems like I can't ignore it all the time. or I guess the voice getting stronger. Dan fakta bahwa ibu tidak memaksaku untuk terburu - buru dalam mencari pasangan hidup semakin membuatku lupa bahwa waktu berlalu sangat cepat.
Seperti lagunya adele when we were young:
we were sad of getting old
it made us restless
I'm so mad I'm getting old
it makes me reckless
Kemarin nemenin temen sebut saja namanya Melati untuk mengantarkan undangan ke beberapa teman dekat kami. Maklum ya, ini sudah H-5 dari acara pernikahannya. Setiap kali kami bertemu dengan teman kami, yang terlontar dari bibir mereka, "Kamu kapan nyusul?"
As if it wasn't enough, kemarin aku juga di tanya hal serupa oleh Ibu Melati. Aku hanya menggeleng dan tersenyum menanggapi pertanyaan tersebut.
"Kamu ndang cepat nyari jodoh. Gadis itu mekar - mekarnya di usia 20an" ucap Melati suatu ketika.
I know, itu benar apalagi disini kita masih kental dengan adat ketimuran yang menganggap tabu bagi wanita yang sudah dewasa untuk tidak bersegera membina rumah tangga. Karena disini kita masih hidup dengan opini masyarakat yang kadang menyakitkan telinga. Karena wanita dewasa yang sudah cukup matang dan single mendapat sebutan perawan tua.
Just to remind you pals, its okay. its not like God sends your soulmate in your 25th birthday party. LOL
Lest just live earnestly, to the day of we meet with the one.
Comments
Post a Comment