My Experience at Samsung Service Centre



About two weeks ago, HP bermasalah. Pertama memang masa pakai baterainya sudah berakhir alias hamil dan minta di ganti dengan baterai baru. Namun ada masalah lain yang muncul jauh – jauh hari sebelumnya, bahwa sering kali kartu SIM tidak terbaca. Untuk mengatasi permasalahan ini, aku selalu mengakalinya dengan reboot. Dan selalu berhasil. Pada suatu ketika, HP sudah full charged dan aku gunakan untuk membuka beberapa situs karena ada pengumuman penting yang harus lihat. Aku melihat sekilas ke arah pojok kanan tempat indikasi baterai, masih sekitar 75%.

Tak lama, HP ini melakukan self-shutting down. Hal tersebut biasa terjadi ketika daya baterai lemah dan butuh untuk di charge. At first, I didn’t consider it as a problem since my battery already in a state which that kind of troubles can occur. Jadi sesampainya di rumah aku segera meraih charger. Sampai dimana baterai sudah terisi penuh, aku mencoba untuk mengaktifkan HPku.

Nyala!!!
Namun hanya berhenti di salam pembuka, alias menu tidak muncul. Orang dengan kepribadian optimistic ini tidak lantas berpikiran buruk. Aku kembali menonaktifkan device yang sudah mendampingiku selama tiga tahun ini. Di charge – nyala – mati – lepas baterai – di charge  - nyala – mati. Begitulah siklus yang kami jalani selama setidaknya 3-4 hari.

Optimis yang ada di awal sudah luntur. Kini aku yakin bahwa aku need some help from professional!! Meski aku sudah memutuskan untuk pergi ke service centre, but it happen to be Saturday. Jadi aku harus menunggu dua hari.

Hari senin, aku memutuskan untuk membawa ponselku ke ‘rumah sakit’ untuk di perbaiki. Aku segera memacu kendaraanku ke Samsung Service Centre yang berada di Jalan Darmo nomor 92. Letak nya tidak jauh dari Taman Bungkul, tepat di seberang jalan. Aku sudah pernah datang kesini sebelumnya untuk membeli baterai. Jadi kecil kemungkinan untuk tersesat.

Sudah aku susuri jalan sepanjang Darmo, namun tak juga terlihat tempat yang aku tuju. Akhirnya aku mengambil jalan memutar dan memulai rute dari awal. Aku melihat bangunan kosong yang familiar. OMG!!! Rupanya Samsung Service Centre yang berada disini sudah pindah lokasi. Pantas saja aku tidak bisa menemukannya.

Dengan terpaksa aku menuju warnet yang terdekat. Kenapa nyari warnet? Kan bisa googling lewat HP? Once again, my phone can’t be used. Dengan tergesa aku memasukkan kata kunci di kotak pencarian mbah google

Samsung Service Centre Surabaya

Thanks to mbah google, aku dapat alamat dari beberapa lokasi Samsung service centre yang ada di Surabaya. Buat kalian pengguna device Samsung terutama ponsel atau smartphone, let me share the address

Hi-Tech Mall: lantai dasar Blok D no. 64, Jalan Kusuma Bangsa 116 – 118

Plaza Marina: lantai 3 Blok B-2, Jalan Margorejo Indah 97 – 99

WTC: lantai 2 nomor 832 – 835, Jalan Pemuda 27 – 31

Jalan Darmo nomor 92 Þ (dipindah) Jalan Sulawesi

Segera aku meluncur ke Samsung Service Centre yang berada di WTC. Kenapa memilih disini, karena letaknya yang searah dengan jalan pulang. Dengan langkah tergesa aku memasuki gedung dan naik ke lantai dua. Kanan – kiri – kanan, dengan aktif aku mencari. Dan tak sengaja aku membaca papan penunjuk bertuliskan Samsung Service Centre. Bak anak kecil mendapatkan permen, aku melangkah masuk

Sebenarnya, ini bukan pertama kali pula mendatangi Samsung Service Centre yang berada di WTC. Namun harus aku akui bahwa aku sedikit kebingungan karena letaknya yang telah berubah. Dan di tempat yang baru ini selain lebih luas, jumlah teknisi dan CS yang ada juga lebih banyak. Melalui pintu kaca, di sebelah kiri terdapat mesin pencetak kertas antrian. Bagi yang datang untuk membeli aksesoris HP such as earphone, charger dkk, kalian tidak perlu mengambil nomor antrian melainkan langsung menuju konter aksesoris yang berada di pojok kanan seberang pintu

Setelah mengambil nomor antrian untuk bagian pengaduan, aku duduk di kursi tunggu yang di sediakan di tengah ruangan. Kursi disini disediakan banyak sekali, which is makes me happy karena tidak harus berebut tempat duduk dengan pengunjung lain. Selain kursi disini juga sediakan air mineral bagi yang kehausan.

Nomorku di panggil, bagian pengaduan kerusakan. Seperti biasa yang ditanyakan pasti, ‘ada yang bisa di bantu’. Aku segera menjelaskan permasalahan yang terjadi. Dan selanjutnya aku juga di tanya beberapa hal mengenai kerusakan ponselku. Setelah mencatat dataku, aku di persilahkan untuk duduk lagi di kursi tunggu dan menunggu untuk di panggil teknisi.

Aku menunggu sembari membaca surat kabar. Dan akhirnya namaku di panggil. Nah mbak Nisa yang menjadi teknisi untuk ponselku, bertanya apakah ponsel ini pernah di root. Aku mengangguk bersalah, meskipun bukan aku yang melakukan hal tersebut. Mbak Nisa menjelaskan permasalahannya dan juga beberapa cara untuk mengatasi permasalahan tersebut, dan tak lupa efek yang mungkin muncul sebagai hasil dari upaya perbaikan. Dengan sabar mbak Nisa menunggu ku yang sedang galau mengambil keputusan.

Dengan pikiran kalut, aku mengangguk pasrah dan menerima konsekuensi terburuk yang mungkin terjadi, yakni: Mati Total aka Sama Sekali tidak bisa digunakan. Mbak Nisa melakukan hal tersebut dengan persetujuan bahwa semua data akan hilang baik gambar maupun kontak. Aku berdoa semoga Tuhan berbaik hati dan tidak membiarkan hal terburuk terjadi. Karena aku belum punya dana untuk membeli penggantinya, dan karena aku sangat membutuhkan ponsel ini untuk berhubungan dengan ibu dan teman – teman lainnya.
Dan, Nyala!!! Mbak Nisa menunjukkan pada ku dan memintaku untuk mengecek ponselku. Dengan perasaan lega yang menyelimuti, aku memegang ponselku. Setelah sedikit mengotak – atik, aku kembalikan lagi pada mbak Nisa untuk di upgrade ke Jelly bean.

Setelah menunggu sekitar 15 menit, semua selesai. Dan aku di minta menunggu untuk menyelesaikan pembayaran. Sementara menunggu, aku memutuskan untuk membeli baterai baru, dan ternyata mereka juga memiliki stock disini dan aku tidak perlu indent. Harga baterai Samsung Galaxy S2 : Rp 166.000,- (sudah termasuk pajak).

Bagian kasir memanggil namaku, dan memberiku tagihan berisi nominal yang harus dibayar sebanyak Rp 72.000,-.

Aku pulang dengan tersenyum, puas dengan hasil perbaikan dan puas dengan keramahan yang ditawarkan oleh pegawai Samsung Service Centre cabang WTC Surabaya. I’m so grateful !

Comments

Popular Posts