MIMPI BURUK BERNAMA ENGLISH


Sesuatu yang selalu berusaha aku hindari semenjak menduduki kelas tiga Sekolah Dasar adalah yang namanya mata pelajaran bahasa Inggris. Yup, pada masa ku, bahasa Inggris baru di kenalkan ketika aku berada di kelas tiga sekolah dasar. Sebagai bocah ingusan yang tidak mengerti betapa besar nya dunia dan perkembangannya di masa yang akan datang, aku menganggap bahasa Inggris sebagai bahasa alien.

Karena alien tidak hidup di bumi, maka aku tidak merasakan ada nya kepentingan untuk mempelajari dengan lebih serius. Kecuali kalau aku memiliki cita - cita untuk menjadi astronot, mungkin aku akan bertindak sebaliknya.

Saking asing nya bahasa ini di telinga kami, seluruh kelas mendapatkan nilai di bawah 50. Bayangkan! Serem kan?

Aku anak biasa ini, menyaksikan betapa teman ku yang lainnya juga tidak memiliki ketertarikan yang besar pada bahasa Inggris. Jadi bisa disimpulkan kemampuan bahasa Inggris kami tidak pernah menonjol antara satu dengan yang lainnya. Kami sama - sama memberikan waktu untuk lebih banyak bermain, dibanding saling mendukung untuk memperbaiki kualitas bahasa Inggris kami.

Menariknya adalah kami tidak melihat kemungkinan hal buruk yang akan terjadi pada kami di jenjang pendidikan yang lebih lanjut. Maklum deh, pemikiran anak sekolah dasar memang tidak secanggih mahasiswa. Kami menganggap kesulitan yang akan datang dimasa yang akan datang, akan kami pikirkan ketika kesulitan itu sedang berlangsung

Dan hal tersebut terjadi. Saat duduk di bangku SMP, aku merasa bahwa aku berada diurutan bawah ketika kemampuan English kami dibandingkan. Karena banyak juga siswa yang dulu nya bersekolah di sekolah dasar yang elit, maka tak heran English mereka jauh lebih baik.

Aku kelabakan mengejar ketertinggalanku. Di bangku SMP dan SMA kemampuan English ku agak membaik, namun tak cukup bagus untuk digunakan dalam percakapan. Tapi, aku cukup puas dengan hasil ini.

Di bangku kuliah, aku lega luar biasa, karena tidak ada mata kuliah bahasa inggris. Namun kebahagiaan ini semu semata. Kebahagiaan ini hanya bertahan sebentar saja. Karena kemudian...

Buku referensi yang digunakan dalam kegiatan perkuliahan 90% MENGGUNAKAN BAHASA INGGRIS SEBAGAI BAHASA PENGANTAR. 

FAKKKKK!!!!

Ini mimpi buruk terbesar ku. Dan bahasa Inggris yang digunakan dalam buku ini mengandung kosakata yang hampir semua nya asing bagiku.

This is True Story

Comments

Popular Posts