LOVE IN LOST

Berburu Pantai di Ngliyep

Sebuah perjalanan yang sudah terlampaui,karena terjaadi sebuah bentuk kesuntukan. Yup, bosan secara nyata dapat membunuhmu. Liburan semester genap sunggguh membuai angan. Sudah tidak ada kegiatan lagi, suntuk fix. Namun karena ada bulan Ramadhan dan lebaran, jadi harus membuang jauh - jauh rencana liburan untuk seperti ke bandung atau ke tempat yang jauh. Bukan karena males atau gimana, tapi biasa nya efek dekat dengan lebaran itu adalah tempat wisata jadi penuh dengan manusia serta harga living cost ikut meroket pula. hiks.

Jadi, lebih dari sebulan penuh nganggur tanpa kegiatan. What a hell? haha
I'm totally depressed dude! Dan kemudian ada wacana untuk one day trip dengan nidya dan om ku, namun ketika mendekati hari - H, nidya dan om batal ikut. yaaaaah, kecewa? Iya, bangeeeeet! Nah, ketika hari-H tiba-tiba saya memutuskan untuk tetap berangkat, kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau nunggu orang lain pasti akan lama terwujudnya. 

Pukul 06.30 pagi, saya berangkat menggunakan motor. Setelah sampai di daerah sidoarjo, aku mengirim pesan kepada Ibu untuk memberitahukan bahwa aku berangkat. Jadi ini perjalanan solo yang kesekian, dan diawal perjalanannya sangat menyenangkan.

Jalanan di Porong - Gempol cenderung lancar jaya. Yah ini lah yang namanya, keberuntungan mendukung perjalananmu. Perjalanan Surabaya - kota Malang berlalu sebagaimana mestinya. Dan saya pribadi, tidak akan mengeluhkan perjalanan ini, karena memang tidak ada yang bisa dijadikan sebagai keluhan. Segalanya berjalan terlalu baik. hhihi.

Sesampainya di kota Malang, sempat kebingungan dengan arah jalan. Jadi kemudian saya putuskan untuk bertanya kepada seorang bapak tukang becak jalan yang mengarah ke Bululawang. Dengan respon se-ramah itu, saya sungguh benar - benar merasa beruntung tinggal di Indonesia. Masyarakatnya ramah dan sangat terbuka dengan kehadiran orang lain.

Mengambil arah ke balekambang, kemudian mengambil arah yang melenceng jauh ke Ngliyep. Jadi pantai yang saya tuju kali adalah Pantai Pasir Panjang. 

jalanan mulus yang membuai


melalui desa demi desa


finally, tapi dari sini masih harus masuk lagi



ambil arah ke kanan yah

Ini jalanan yang saya lalui. Uang untuk ke kawasan ngliyep, Rp 5000,- dan ada pula retribusi untuk parkir. Setelah sampai pada pertigaan di gambar atas ini,belok ke arah kanan. Dan anda akan segera disuguhi pemandangan pantai dengan garis pantai yang cukup panjang sebagaimana khasnya pantai yang berada di selatan pulau Jawa.











wajah berkeringatku yang depressed dengan jalanan menanjak














Setelah saya menjelajahi sepanjang garis pantai ini, saya memiliki kesimpulan bahwa pantai pasir panjang ini dibagi menjadi 3 bagian wilayah. Dan setiap wilayahnya memiliki keunikan tersendiri.
Bagian pertama, memiliki garis pantai yang paling panjang. Hamparan pasir putih lembut yang panjang tanpa ada karang yang menghalangi di sepanjang garis pantainya.Dan juga terdapat sungai kecil yang menuju langsung ke laut. Namun sayangnya aliran air sungai ini sudah mandek. Karena mungkin sungainya sudah mati, jadi hanya terlihat seperti genangan air yang agak kotor. Tempat ini paling bagus digunakan untuk bermain pasir dan air. Pengunjung dapat mengahabiskan waktu dengan berenang di bibir pantai.

Bagian kedua, memiliki sedikit gundukan karang yang kebetulan sekali dapat di daki untuk mendapatkan view laut dari viw point yang berbeda. Bagian ini, memiliki pasir yang masih bisa digunakan untuk bermain, namun tentu saja tidak akan seleluasa seperti pantai bagian pertama.

Bagian ketiga, adalah bagian yang menjadi favorit saya. Karena disini lebih dominan karang, dan tempat nya agak tersembunyi karena pengunjung harus mau berjalan mendaki sekitar 15-20 menit untuk mencapai spot ini. Bahkan tempat ini sudah seperti private beach bagi beberapa pengunjung ketika saya datang kesana. Jadi, karena saya menghormati kelompok pengunjung tersebut, saya hanya mengambil beberapa gambar dan kemudian pergi dari spot tersebut.


Comments

Popular Posts